Di
hari yang kedelapan akan kita bahas budaya “excellence”dalam perspektif ibadah.
Excellence/istimewah/ sempurna atau sebaik-baiknya adalah sesuatu hal yang
memang dianjurkan termasuk di dalam agama. Nah.. bagaimana kalau dikaitkan
dengan perdagangan. Sama saja. Dalam hal perdagangan atau perniagaan, islam
juga menganjurkan supaya kita menjual barang/jasa dengan kualitas yang
istimewa/sempurna. Seperti yang disebut dalam
surah Al-Israa' Ayat : 35 yang
artinya ‘Dan sempurnakanlah
takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar.
Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.
Sudah sangat jelas, bahwa dalam memperdagangkan barang/jasa kita
diminta untuk memberikan produk dengan sempurna “Sempurnakanlah takaran apabila
kamu menakar”. Sebagai satu contoh,
kalau kita menjual beras dengan takaran, maka kita harus menakarnya dengan
sempurna, tidak boleh kurang. Kita juga tidak boleh curang. Demikian juga kalau
kita menimbang, kita juga tidak boleh mengurangi timbangan. Kalau kita
lanjutkan ayat di atas bunyinya “itulah yang lebih utama dan lebih baik
akibatnya”. Semua yang diperintahkan Allah adalah demi kebaikan kita. Jadi
kalau kita sudah menakar dan menimbang dengan baik, maka kita juga akan
mendapatkan hal yang baik, dan kalau kita melanggar, maka akibat yang tidak
baik pasti akan menimpa kita juga. Mari kita cermati dan kita logikan ayat di
atas.
Secara bebas kita bisa mengartikan ayat di atas, bahwa kalau
kita menimbang dan menakar produk kita dengan sempurna, maka kita akan
mendapatkan akibat yang baik. Akibat baiknya adalah, pembeli akan puas dengan
barang dagangan kita, kalau mereka puas maka konsumen akan menjadikan kita
sebagai tempat langganan.
Tapi sebaliknya juga, kalau kita tidak melakukan penimbangan dan
penakaran dengan benar (beragam kecurangan), maka akibat buruknya juga akan ke
kita sendiri. Mungkin anda akan bertanya, kalau curang khan kita bisa dapat
untung lebih besar?. Benar sekali, untung lebih besar. Tapi hanya sesaat. Tidak
akan lama. Kenapa?.. karena kecurangan kita akan segera diketahui. Apapun
bentuk kecurangan, ketidaksempurnaan menimbang dan menakar, akan segera
ketahuan. Kalau sudah ketahuan, maka konsumen enggan kembali lagi. Nah... saat
itulah ketidakberuntungan mulai menjangkiti kita.
Jadi apapun bentuk usaha kita, apakah barang ataupun jasa, tetap
harus kita sampaikan dengan kondisi yang benar-benar sesempurna mungkin yang
kita bisa.
Untuk anda yang ingin bertanya tentang bisnis, silahkan email ke Actionagung@gmail.com
( Business Relation Action Coach Agung Kurniawan)
0 komentar:
Posting Komentar