Tampilkan postingan dengan label 14 Budaya Sukses Berkelimpahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

14. Abundance

Pusat Pelatihan Bisnis/ActionCOACH 10-10-2012
Yang akan kita bahas kali ini adalah budaya yang ke empatbelas yaitu "Abundance" atau keberlimpahan. Action coach memberikan makna keberlimpahan seperti berikut ini  " kita semua adalah yang berlimpah kekayaan, kita juga orang yang layak menerima kelimpahan itu.  Dengan keberlimpahan yang kita miliki ini, kita harus dengan mudah bisa memberi dan menerima. Saya menikmati kelimpahan dalam semua bidang kehidupan. Dengan kelimpahan yang kita miliki maka kita harus bisa membuat orang lain juga berkelimpahan".

Dari pengertian di atas, kita dapat suatu wawasan, bahwa setiap diri, pada kualitas apapun selalu penuh keberlimpahan. Di setiap ajaran religi juga diajarkan bahwa semua manusia penuh keberlipahan. Kalaupun ada yang merasa tidak berkelimpahan, maka sebenarnya tidak seperti itu. Merasa tidak berkelimpahan, adalah karena cara pandang dengan sudut pandang yang kurang tepat.

Lantas apa gunanya dalam bisnis  budaya keberlimpahan ini?. 

Suatu saat seorang manager marketing di suatu perusahaan trading mendapatkan anak buahnya mengeluhkan susahya mencari klien. Keluhannya seperti ini "susah pak sekarang mencari klien, karena sekarang semakin banyak perusahaan-perusahaan pesaing kita". Sang managerpun menjawab, "sulit bukan berarti tidak ada, banyak pesaing bukan berarti kita tidak akan kebagian. Ingat, Tuhan itu maha kaya dan menciptakan rezeki untuk kita secara berlimpah. Secara logika, kita sekarang banyak pesaing, tetapi ingat keberlimpahan yang diberikan kepada kita adalah dengan cara-cara yang tidak terduga, asalkan kita tetap semangat untuk berusaha". 

Dari cerita di atas, kita mendapatkan makna, bahwa kita semua dilahirkan dengan kondisi yang sangat berlimpah, dalam hal rezeki/ekonomi, kesehatan dll.

(Business Relation Action COACH Agung Kurniawan)

                                                                             

Senin, 08 Oktober 2012

13. Gratitude

Pusat Pelatihan Bisnis/ActionCoach 09-10-2012
Budaya yang ketiga belas untuk sukses berkelimpahan adalah "Gratitude". Kalau kita memaknai Gratitude seperti yang dikonsep oleh ActionCOACH maka gratitude itu bermakna 

"I am a truly grateful person. I say thank you and show appreciation often and in many ways, so that all around me know how much I appreciate everything and everyone I have in my life. I celebrate my wins and the wins of my clients, and team. I consistently catch myself and other people doing things right...". Secara harfiah bisa diartikan, bahwa kita harus menjadi orang yang berjiwa besar. Dan kita selalu megucapkan terima kasih, menunjukan sesering mungkin apresiasi kita dengan banyak cara. Dengan cara semacam ini, maka lingkungan sekitar kita mengetahui seberapa besar kita mengapresiasi setiap hal dan kepada setiap orang dalam hidup kita. Kita jugua harus merayakan kemenangan kita, klien kita dan juga team kita. Kita juga harus konsisten melakukan hal hal yang benar.

Ucapaan terima kasih kepada setiap hal dan setiap orang adalah hal yang penting. Tapi seringkali ini kita lupakan. Ada beberapa hal yang sering dilupakan seseorang. Seringkali kita mengkritik seseorang dengan sagat detail dan sangat spesifik. Tapi, pada waktu kita megucapkan terima kasih, justru sangat umum dan tidak begitu jelas/spesifik. Tentu efeknya sangat berbeda kalau kita mengucapkan terima kasih degan cara yang spesifik dan tidak. Ucapan terima kasih yang sangat spesifik, akan membuat terkesan bagi yang menerima ucapan terima kasih. Nah.. efeknya, orang akan lebih sangat menghargai kita karena ucapan terima kasih itu. Dengan demikian ucapan terima kasih itu akan menjadi feed back yang sangat baik.

Satu hal lagi yang sangat penting, ucapan terima kasih harus diucapkan dengan sangat ikhlas. Karena ucapan terima kasih yang tidak ikhlas, justru akan berimbas sebaliknya.   

Berikut ini satu contoh budaya "Terima Kasih".
Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 08-07-2012 
Bangsa Korea adalah bangsa yang bangga dengan identitas kebangsaan mereka. Satu diantara identitas kebangsaan adalah bahasa. Begitu bangganya bangsa Korea Terhadap bahasa Korea Selatan, beberapa belas tahun lalu, mereka tetap percaya diri untuk menggunakan bahasa Korea Sendiri di dalam negeri Korea Selatan. Sehingga setiap warga asing yang akan masuk ke Korea Selatan yang harus menyesuaikan diri dengan bahasa mereka.
Tapi karena perkembangan kebudayaan yag tidak dapat dihindari, akhirnya bangsa Korea Selatan juga terbuka terhadap bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Sehingga gerakan untuk belajar bahasa Inggris cukup mendapat perhatian. Tidak saja dari pemerintah tapi juga dari masyarakat dari berbagai kalangan. Antusias masyarakat Korea Selatan untuk belajar memang cukup tinggi. Hal ini bisa terlihat dari keinginan mereka untuk belajar. Mungkin kalau di Indonesia ada gerakan belajar bahasa Inggri hanya akan diikuti oleh mereka yang masih muda dan belajar di sekolah atau di lembaga pendidikan. Tapi di Korea Selatan, semua lapisan masyarakat belajar bahasa inggris dengan gaya mereka sendiri. Semua belajar bahasa Inggris, mulai dari penjual makanan di trotoar sampai mereka yang punya restoran. Seorang tukang kayu dan tukang batu bata yang pekerjaanya membuat bangunan (kalau di Indonesia tukang batu) juga antusias belajar belajar bahasa Inggris. Para tukang kayu dan batu ini, kalau ketemu dengan orang asing, selain menggunakan bahasa Korea Selatan mereka juga sangat percaya diri menggunakan bahasa Inggris. Ini menunjukan bangsa yang percaya diri dan punya semangat belajar yang cukup cukup tinggi, meskipun Korea Selatan adalah termasuk bangsa yang maju.

Demikian juga dengan anak-anak kecil di usia 6 - 9 tahun. Kalau anak-anak ini disapa orang asing, mereka juga sangat percaya diri untuk menjawab dengan bahasa Inggris. Yang berusia sekitar 50 tahunan juga tidak kalah bersemangatnya untuk menggunakan bahasa Inggris.

Meski mereka sekarang terbuka dengan bahasa Inggris, tapi kebanggan terhadap bahasa Krea Selatan masih tetap ada. Paling tidak ini terwujud dari masih gencarnya pembelajaran Bahasa Korea secara gratis yang deiberikan oleh lembaga-lembaga tertentu pada warga asing yang tinggal di Korea Selatan. Biasanya mereka akan punya waktu belajar bahasa Korea Selatan hari minggu

Bangsa yang maju seperti Korea Selatan saja, masih semangat untuk belajar, mestinya bangsa Indonesia juga lebih bersemangat belajar untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain.

Jumat, 05 Oktober 2012

12. Consistency

Pusat Pelatihan Bisnis/ActionCOACH 05-10-2012
Budaya sukses yang berkelimpahan berikutnya adalah "CONSISTENCY". ActionCOACH memberikan makna consistency adalah sebagai berikut "kita harus konsisten dengan langkah dan gerak kita, sehingga klien, customer dan tim kita merasa comfort(nyaman) melakukan kesepakatan-kesepakatan dengan kita. Kita juga harus consisten dengan kedisiplinan kita, sehingga hasil-hasil bisnis kita juga konsisten, perkembangan bisnis juga consisten

Dari makna di atas bisa kita dapatkan beberapa kalimat kunci.
  1. Kita konsisten dengan action kita. Konsisten dengan action kita artinya, apa yang kita janjikan, memang harus kita penuhi. Dengan demikian, klien kita akan merasa nyaman. Misalkan, kalau kita berjanji hari Jumat akan kita bayar, maka kita harus consisten untuk membayar, jangan sampai ditunda hari senin. Bisa jadi klien kita akan menyatakan tidak apa-apa kalau kita membayar hari senin, tapi ini sebenarnya sudah mengurangi kenyamanan. Konsisten dalam hal action, juga mencakup "Distribution Mastery". Artinya, dalam memberikan pelayanan kepada customer, kita harus konsisten dalam menjaga kualitas produk/jasa kita. Apapun kondisinya (apakah harga BBM naik, harga Listrik juga naik), tapi kualitas produk/jasa yang kita berikan haruslah tetap terjaga secara konsisten, tidak boleh berubah-ubah.  
  2. Kita konsisten dengan kedisiplinan kita.  Artinya, kita harus disiplin dalam menjalankan rencana-rencana yang sudah kita tetapkan. Ini juga mencakup "Time Mastery" yang bermakna, bahwa kita haruslah disiplin dalam memanfaatkan waktu. Sebagai satu contoh, setiap klien di ActionCOACH harusah datang tepat waktu dalam setiap kelas "business coaching". Kalau ada peserta yang sering datang terlambat, maka ini berarti sudah tidak lagi konsisten dalam kedisiplinan. Dengan kondisi yang tidak disiplin ini, maka akan mengakibatkan ketidakkonsistenan kita dalam mengembangkan bisnis kita.
  3. Sikap Konsisten akan berbuah hasil yang konsisten juga. Setiap pebisnis, menginginkan result/hasil yang konsisten. Nah... hasil yang konsisten ini, hanya bisa didapatkan dengan action kita di dalam membangun bisnis yang konsisten. 
 

Kamis, 04 Oktober 2012

11. System

Pusat Pelatihan Bisnis/ActionCOACH  04-10-2012
Budaya sukses berkelimpahan yang ke 11 adalah system. Yang dimaksud sistem di sini adalah aturan-aturan yang ada di dalam organisasi bisnis atau perusahaan yang bertujuan mengatur semua anggota organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan atau bisnis. Semua divisi dalam perusahaan, bahkan semua orang dalam perusahaan dalam melakukan pekerjaanya harus melihat system yang ada. sehingga semua individu dalam perusahaan bergerak seiring ke arah tujuan  atau visi perusahaan. 

Mengapa system ini perlu bagi sebuah organisasi?... setiap anggota organisasi punya carakter yang berbeda-beda. Dengan carakter yang berbeda-beda ini, maka akan bisa membuat seseorang melakukan pekerjaanya sesuai atau sekehendak hatinya dengan tidak lagi memperhitungan kepentingan visi perusahaan. Kalau semua individu bergerak seperti ini, maka bisa jadi semua karyawan akan bergerak menjauh dari visi perusahaan. kalau demikian yang terjadi, maka kehancuran perusahaan yang akan muncul.

Karena itu, bagaimanapun juga, system adalah suatu yang harus dimiliki oleh setiap organisasi. System sangat berkaitan dengan Sumber Daya Manusia. Karena itu, Action COACH memformulasikan cara memfungsikan syatem sebagai berikut "I always look to the system for a solution. If a challenge arises I use a system correction before I look for a people correction. I use a system solution in my innovation rather than a people solution. I follow the system exactly until a new system is introduced. I suggest system improvements at my first opportunity." Secara harfiah ini berarti "kita melihat ke sistem untuk solusi permasalahan yang sedang kita hadapi. Jika tantangan/masalah muncul, maka kita mengkoreksinya dengan melihat sistem yang ada, sebelum kita mengkoreksi orang/karyawan. Kita semua terus menerus mengikuti sistem, sampai sistem baru diperkenalkan".

 

Selasa, 25 September 2012

10. Fun

Pusat Pelatihan Bisnis/ActionCOACH    25-09-2012
Budaya sukses berkelimpahan yang kesepuluh adalah "Fun". Kalau kita lihat langsung dari action COACH arti "Fun" maka inilah artinya, "I view my life as a journey to be enjoyed and appreciated and I create an atmosphere of fun and happiness so all around me enjoy it as well". Secara harfiah ini berarti "Saya memandang perjalanan hidup ini sebagai sesuatu yang menyenangkan dan penuh dengan apresiasi. Dan saya selalu membuat suasana yang menyenangkan dan membahagiakan, dengan demikian maka lingkungan sekitar saya juga akan enjoy". 

Secara umum, siapa pun kita, dan dimanapun posisi kita dalam suatu perusahaan/organisasi, kita harus tetap punya performance fun, enjoy. Apa pentingnya kita bersikap fun, enjoy? Kalau kita mengacu pada para motivator yang berbasis kekuatan pikiran, maka kita akan disarankan untuk tetap ceriah, senang dalam kondisi apapun. Karena kalau pikiran kita sedang fun, enjoy, senang, bahagia, maka akan menarik suatu peristiwa yang juga menyenangkan.

Terus apa pentingnya untuk masing-masing orang berperilaku "fun". Dalam pencapaian tujuan perusahaan atau bisnis, seringkali kita mendapatkan kendala. Nah... pada waktu mendapatkan kendala, maka seringkali masing-masing individu menjadi sangat tertekan, tidak Fun lagi. Pada waktu seseorang tertekan oleh kondisi, maka tidak akan bisa beraktivitas maximal. Tapi pada waktu seseorang dalam kondisi "FUN", maka dia akan lebih leluasa berekspresi. Dan otomatis akan lebih banyak inspirasi untuk menyelesaikan permasalahan/tugas di dalam perusahaan.  

(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan)

Kamis, 20 September 2012

9. Balance

Pusat Pelatihan Bisnis/ActionCOACH 21-09-2012
Budaya sukses berkelimpaha yang ke sembilan adalah Balance atau keseimbangan. Secara harfiah, pengertian balance adalah, kita harus memiliki pendekatan yang seimbang dalam hal jasmaniah, rohaniah, psikologi, fisik. Demikian juga dalam menjaga keseimbangan antara keluarga dan bisnis, keuangan dan sosial. Kita juga selalu menyelesaikan pekerjaan bisnis terlebih dahulu, sehingga kita akan punya waktu yang berkualitas untuk keluarga.

Dengan pengertian diatas, maka kita tidak perlu lagi mempertentangkan antara bisnis dan keluarga. Karena keduanya bisa berjalan seimbang. Hanya yang terjadi saat ini, banyak para pebisnis yang justru terserap sangat dalam ke urusan bisnis. Nah... tentu ini yang disebut tidak seimbang. Memang pada awalnya, kita akan lebih banyak cenderung ke bisnis. Tapi begitu berjalan lebih dari 2 tahun seharusnya bisnis bisa berjalan sendiri tanpa harus ditunggui. Tentu ini bisa berjalan kalau sudah dibuat aturan main bisnis yang benar. Da Action Coach sangat konsens dengan hal ini. 

Tidak hanya keseimbangan antara keluarga dan bisnis, tapi juga antara Spiritual dan material. Mungkin untuk menciptakan keseimbangan ini menjadi hal yang sulit. Tapi, dengan pendampingan Action Coach, sudah banyak para pebisnis yang akhirnya bisa menyeimbangkan antara bisnis dan keluarga. 

Keseimbangan ini menjadi hal yang sangat penting, karena ketidakseimbangan pada satu sisi aka mengakibatkan ketidakseimbangan yang lain, dan efeknya bisa menjadi efek domino.

 (Business Relation ActionCOACH Agung Kurniawan/Photo action coach.com)

Senin, 17 September 2012

8. Team work

Pusat Pelatihan Bisnis/ActionCOACH 17-09-2012                                          

Team Work adalah budaya ke 8 untuk mencapai sukses yang berkelimpahan. Untuk bisa sukses kita harus punya team work yang kuat. Team work yang kuat ini sangat penting. Karena sangat mustahil untuk bisa mencapai tujuan perusahaan/visi perusahaan hanya seorang diri. Dalam pengertian di Action Coach tentang Team Work  ada beberapa kalimat kunci.

  1. Setiap anggota adalah adalah team pemain sekaligus team pemimpin juga. Ini artinya, setiap anggota team harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin, karena bisa saja karena satu kondisi yang darurat, komando didelegasikan dari pemimpin ke aggota. Demikian, juga sebaliknya, sebagai team pemimpin juga harus bersiap diri satu saat menjadi pemain secara langsung, karena satu kondisi darurat maka, seorang pemimpin akhirnya untuk sementara waktu harus mengerjakan hal-hal yang tekhnis. Inilah suatu flexiblelitas dalam sebuah team yang kompak. 
  2. Setiap orang harus melakukan segala sesuatu bersama-sama untuk bisa mencapai tuajuan bersama-sama dalam sebuah team yang solid. Jadi setiap pekerjaan yang kita lakukan merupakan bagian dari pekerjaan yang lain dari anggota team. Secara gampang, kita bisa melihat sebuah puzle. bagia-bagian dari puzle itu ibarat masing-masing individu dalam team kita. Kalau kita muncul sendiri, maka tidak akan menjadi sebuah hasil. Tapi kalau bagian-bagaian puzle itu digabung dengan benar, maka akan menghasilkan suatu hasil yang sangat indah.
  3. Setiap anggota harus bekerja dengan cara yang transparan, sehingga bila sauatu saat membutuhkan bantuan anngota yang lain maka harus segera meminta pada yang lain. Begitu juga sebaliknya, anggota yang lain juga harus segera memberikan bantuan/petunjuk/arahan. Dengan demikian semua anggota team berjalan secara dinamis bersama-sama, tidak ada yang tertinggal.
Inilah pengertian dan cara kita bekerja dalam suatu team di internal perusahaan.

Tapi Team Work ini juga punya arti dalam cakupan yang cukup luas. Team tidak saja berarti team di internal organnisasi kita, tapi juga team yang ada di luar perusahaan/bisnis kita atau sering kita sebut sebagai networking. Sebagai contoh, kalau kita punya partner bisnis dengan perusahaan yang lain, maka perusahaan lain tersebut sebenarnya bagian dari team work kita dari sisi external. Networking ini juga menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan/visi bisnis kita. Kita juga harus melakukan/memperlakukan networking kita sama baiknya dengan anggota kita secara internal.   

Anda yang punya pertanyaan tentang bisnis anda, silahkan kirim email ke actionagung@gmail.com
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan/photo, gingermonkeydesaign.jpg)    

Minggu, 16 September 2012

7. Education

Pusat Pelatihan Bisnis/Action COACH  16-09-2012

"Education" itulah budaya ke 7 di Action Coach yang akan membawa kita ke kesuksesan yang berkelimpahan. Sebelum kita bahas lebih mendalam tentang "Education", ada baiknya kalau kita cermati lagi pernyataan dari beberapa pemimpin dunia.   


Jhon F Kenedy "If you think education is expensive, try ignorance....."



Pada waktu Kota Hirosima dan Nagasaki dibom atom Kaisar Hirohito Nakasone mengatakan "kumpulkan semua guru yang tersisa".   

Dari pernyataan paara pemimpin dunia di atas, kita melihat betapa pendidikan menjadi minsed para pemimpin berkaliber internasional. Kalau kita mengutip pernyataan Jhon F Kenedy ini menunjukan bahwa untuk mendapatkan pendidikan kadangkala orang merasakan mahalnya biaya pendidikan. Dan ini juga dirasakan oleh Jhon F Kenedy. Tapi, Kenedy tetap menempatkan pendidikan sebagai hal yang utama dan lebih penting daripada soal hal hal yang mahal. 

Demikian juga yang dirasakan oleh kaisar Hirohito Nakasone. Segenting dan separah apapun kondisi kita tetap harus berpikir tentang pendidikan. Bayangkan yang terjadi pada Hirohito waktu itu. Seorang Kaisar yang negaranya hancur luluh berantakan karena bom atom, tetap memandang pendidikan sebagai hal yang sangat penting.   

Demikian juga dalam hal bisnis, pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk kemajuan bisnis. Lantas pendidikan seperti apa yang harus kita lakukan dalam bisnis?. Ada banyak metode dan hal yang harus kita pelajari. Diantaranya, belajar dari pengalaman. Artinya, semua pengalaman, baik maupun buruk yang terjadi pada bisnis kita, harus kita jadikan pelajaran untuk melangkah selanjutnya. Sehingga pengalaman yang baik akan menjadikan usaha kita menjadi lebih maju, karena bisa dimanfaatkan kembali. Sedangkan pengalaman yang buruk kita jadi pelajaran untuktidak terulang lagi.

Pendidikan yang lain, adalah pendidikan untuk karyawan atau orang yang terkait dalam bisnis kita dan terkendali oleh kita, misalnya karyawan, staff, manager dll. Mereka juga harus kita berikan pendidikan. Bisa berupa in house trainning, bisa pendidikan atitude, etos kerja dll. Mungkin anda kan bertanya, mendidik meraka adalah sesuatu yang sangat mahal. Ya... anda benar, mendidik mereka adalah sesuatu yang sangat mahal. Tapi ingatlah, ketika anda punya karyawan yang tidak terdidik maka biayanya akan sangat mahal dibandingkan dengan biaya kalau anda memberikan pendidikan pada mereka. Tapi ini, tidak disadari oleh para pemilik bisnis. Sehingga dari sekian banyak para pemilik bisnsi, sangat jarang sekali yang mau melakukan memberikan pendidikan bisnis pada karyawanya.

Nah.. sekarang terserah pada anda para pemilik bisnis, apakah anda akan membiayai sedini mungkin pendidikan untuk karyawan anda sekarang. Atau nanti ketika ada masalah yang ditimbulkan oleh anak buah anda yang tidak berpendidikan and so apasi biayanya lebih mahal.

Anda ingin bertanya tentang bisnis anda, silahkan kirim email ke actionagung@gmail.com
(Business relation Action Coach Agung Kurniawan)


Rabu, 12 September 2012

6. Succes

Pusat Pelatihan Bisnis/ActionCOACH 13-09-2012

Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas budaya "Success". Di dalam perjalanan kita untuk mencapai kesuksesan, adalah pola pikir yang harus kita terapkan terus-menerus yaitu "success". Pola pikir ini maksudnya adalah "I totally focus my thoughts, energy and attention on the successful outcome of whatever I am doing. I am willing to win and allow others to win: Win/Win. At all times, I display my inner pride, prosperity, competence and personal confidence. I am a successful person". 



Kalau diterjemahkan secara harfiah, maka berarti "saya selalu menfocuskan pikiran saya, energi saya dan perhatian saya pada kesuksesan terhadap apapun yang saya lakukan. Saya siap untuk menang dan saya juga menginjinkan yang lain menang. Setiap saat, saya menampilkan kebanggaan batin saya, kemakmuran, kompetensi dan kepercayaan diri pribadi. Saya orang sukses ".

Ini adalah terjemahan secara harfiah. Dari sini kita menemukan beberapa kalimat kunci.
  1. Secara totalitas kita harus memfokuskan perhatian, dan semua yang kita miliki untuk menuju kesuksesan yang akan kita raih. Ini artinya, setiap saat kita harus berpikir untuk bisa sukses. Nah.. akibatnya, kita akan selalu mencari jalan untuk kesuksesan. Sehingga step by step untuk kesuksesan kita.
  2. Saya siap untuk menang, tapi saya juga menginginkan partner bisnis saya juga merasa menang. Istilahnya win-win solution. Satu yang perlu digarisbawahi saya mengijinkan diri saya untuk menang. Kenapa ini harus saya garis bawahi? karena tidak semua orang ingin menang. Mungkin anda heran dan bertanya pada saya, apa iya ada orang yang tidak ingin menang?. Ya.. ada. Begini, setiap orang kalau ditanya apakah ingin menang?. pasti jawabnya hanya satu saja "ya saya pasti ingin menang". Tapi begitu kita beritahukan caranya untuk menang (anda harus latihan keras di pagi, siang, malam, disiplin, meluangkan lebih banyak waktu, energi supaya bisa menang). Maka akan ada kelompok pertama yang mengatakan, ya saya siap. Tapi ada juga kelompok kedua yang mengatakan wah... kalau seperti itu saya tidak sanggup. Atau ada lagi yang menjawab, sebenarnya saya sangat ingin menang, tapi kalau semacam itu jalannya wahh saya gak bisa, saya orang tidak seperti itu, jadi ga bisa. Nah...kelompok yang kedua inilah yang kita maksud dengan orang yang tidak mau sukses atau tidak mengijinkan dirinya sukses. Jadi kalau kita mengijinkan diri kita sukses, maka kita juga harus siap menerima dari konsekwensi untuk sukses itu.
  3. Yang ketiga, setiap saat saya selalu menampilkan kebanggaan batin saya, kemakmuran, kompetensi dan kepercayaan diri pribadi. Saya orang sukses. Ini artinya, apapun kondisi kita (sedang kesulitan bisnis, kesulitan financial, dan kesulitan-kesulitan yang lain), kita harus tetap pada kondisi yang sedang berkelimpahan. Jangan berpikir, bahwa orang di luar sana tahu kondisi kita yang sebenarnya. Pada intinya mereka tidak tahu kondisi kita sebenarnya. Karena itu, kita harus tetap tampil seperti kita dalam kondisi makmur, seperti kita dalam kondisi yang kompeten, dan selalu percaya diri. Sehingga kita tetap tampil layaknya orang sukses. Mungkin muncul pertanyaan, untuk apa bersikap seperti itu?. Setiap orang yang akan bekerjasama dengan kita, tentu pertama kali aka melihat bagaimana performance kita. Nah... yang pertama kali dilihat tentu adalah penampilan kita. Tentu orang lain tidak akan berbisnis dengan kita, ketika penampilan kita awut-awutan dan tidak mencerminkan kepercayaan diri. Inilah kenapa kita harus tetap tampil dalam kondisi yang tetap meyakinkan, dan percaya diri apapun kondisi kita.
Inilah yang dimaksud dengan budaya "success" untuk mencapai keberlimpahan.
Anda punya pertanyaan tentang bisnis anda, silahkan kirim ke email actionagung@gmail.com

Selasa, 11 September 2012

5. Communication

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 12-09-2012
Budaya yang kelima adalah "Communication" untuk menuju sukses yang berkelimpahan.Kita akan menguraikan dalam perspektif bisnis terlebih dahulu. Berdasarkan pengertia yang ada di Action Coach, maka yang dimaksud dengan Communication adalah "Kita semua harus berbicara secara positif baik kepada anggota-anggota anggota tim kita, konsumen kita, internal perusahaan kita ataupun kepada publik. Dan kita harus selalu menggunakan kalimat-kalimat yang positif . Kita tidak pernah menggunakan atau mendengarkan kalimat-kalimat sarkasme atau gosip. Kita juga harus bertanggung jawab dengan semua yang kita katakan." Dari pengertian di atas, kita mendapatkan beberapa kalimat kunci. 
  1. Yang pertama, bahwa kita semua harus mengatakan hal-hal yang positif dengan kalimat-kalimat yang positif juga. Hal ini penting sekali karena, kalau kita terbiasa mengatakan hal-hal yang positif dalam bisnis kita, itu artinya kita juga selalu berpikir terhadap bisnis kita. Dan kalau kita melakukan hal ini, maka cara pandangan kita terhadap setiap kejadian yang ada di bisnis kita selalu dengan keoptimisan. Dan ini adalah sesuatu yang bagus, karena kita akan melihat semua yang ada di bisnis kita (Ancaman, Kebijakan pemerintah yang menyulitkan bisnis kita, persaingan dengan bisnis yang sejenis) sebagai suatu ispirasi kita untuk melakukan inovasi-inovasi baru yang lebih menguntungkan kita.Bukan selalu mengambinghitamkan yang lain. Kaitanya dengan komunikas ini, ada beberapa kebiasaan komunikasi yang patut dihilangkan yaitu ; Selalu beralasan kalau kita salah. Menolak kebenaran, padahal kita tahu itu benar, mencari kambing hitam atas peristiwa negatif. 
  2. Yang kedua, kita tidak pernah mengatakan/mendengarkan kalimat-kalimat kasar, gosip. Penting bagi setiap orang untuk tidak mendengar kalimat-kalimat kasar dan juga gosip. Pada waktu kita menggunakan kalimat-kalimat kasar pada konsumen kita, maka itu sama saja dengan menunjukan kualitas kita di hadapan orang lain. Kita juga tidak pernah menyebarkan gosip. Gosip ini sangat berbahaya, apalagi dalam sebuah bisnis, karena bisa mengahancurkan bisnis seseorang.
  3. Kita juga harus selalu mempertanggungjawabkan setiap perkataan kita. Karena semua perkataan kita haruslah sesuatu yang kebenaran, bukan kebohongan. 
Itulah beberapa hal yang terkait dalam komunikasi dalam sebuah bisnis kita. Pendek kata, kita harus benar-benar menjadi seorang komunikator yang baik, diinternal perusahaan ataupun external.

Anda punya pertanyaan seputar bisnis anda, silahkan pertanyaan di kirim ke actionagung@gmail.com
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan)
1

Kamis, 06 September 2012

4. Excellence

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 07-09-2012
 “Execellence” adalah satu diantara 14 budaya di action coach untuk mencapai sukses yang berkelimpahan. Dan hari ini, kita akan membahas dalam perspektif bisnis. Berdasar pengertian yang ada di action coach, excellence  artinya “Good enough isn't. I always deliver products and services of exceptional quality that add value to all involved for the long term. I look for ways to do more with less and stay on a path of constant and never ending improvement and innovation”. Kalau kita terjemahkan secara bebas maka, kita tidak boleh menghasilkan dan mengirimkan produk yang berkualitas cukup bagus, tapi produk dengan kualitas istimewa. Dan kita juga harus melakukan added value terhadap produk kita. Di sisi lain, produk kita juga harus diinovasi sepanjang waktu.
 
Dari pengertian bebas di atas, kita akan lihat satu per satu.  Kenapa kita tidak boleh memproduksi barang dengan kualitas cukup bagus?..  karena kalau kita memproduksi barang dan jasa dengan kualitas cukup bagus maka kita akan bersaing habis-habisan, dan ini lebih membuang energy. Ya.. bersaing habis-habisan karena di luar sana begitu banyak produk-produk yang sejenis dengan produk kita dengan kualitas yang sama (cukup bagus). Sehingga mau tidak mau kita harus bersaing dengan produk yang lain. Nah… solusinya adalah membuat produk yang excellence, istimewah, ada nilai tambah dalam setiap produk kita yang membuat produk kita berbeda dengan produk yang lain. Ini yang akan menjadi daya tarik produk ke konsumen. Karena itu, inovasi produk harus dilakukan selamanya. Pada dasarnya yang kita lakukan dengan produk kita adalah menyempurnakan. “TIDAK ADA PRODUK YANG SEMPURNA”. Filosofinya, supaya kita terus melakukan inovasi sepanjang masa. Cukup banyak perusahaan besar yang terus melakukan inovasi terus. Contoh, pasta gigi, susu formula dll.
Tidak hanya di produk saja kita membuatnya istimewa, tapi di seluruh bidang bisnis kita. Termasuk diantaranya, kita juga harus memberika proses pengiriman barang yang excellence, pelayanan Administrasi yang excellence juga. Pokok di semua lini bisnis harus excellence.
Memang membuat produk, pelayanan, administrasi, promosi dll yang execellence membutuhkan energy biaya dan waktu. Nah… tapi kalau kita tidak melakukan semua ini, maka energy kita akan lebih banyak lagi terserap di dalam persaingan penjualan produk dengan standard yang rata-rata sama. Kalau kita memproduk barang dengan kualitas rata-rata sama, maka kita akan terjebak pada keruwetan bisnis perang harga yang akan membuat kita pusing menekan biaya produksi. Tapi kalau kita memproduksi barang dan jasa dengan kualitas excellence, maka kita akan terbebas dari perang harga. Ada satu contoh.
Seorang pebisnis muda menggeluti bidang bisnis retail IT salah satu produk USA. Nah… keistimewaannya, sang pebisnis muda ini tidak hanya menjual IT, tapi juga mengajari semua fitur yang ada di dalamnya, sehingga pembeli tidak saja membeli barang, tapi juga dapat menggunakan semua fitur. Bisnis ini, jadi berbeda dengan pebisnis yang lain meski sama-sama menjual IT. Ini kalau dalam bahasa bisnis disebut USP (unique selling point) atau keunikan yang menjual.  
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan, photo sundijo.com)
(Anda yang ingin bertanya tentang bisnis anda, silahkan email ke actionagung@gmail.com)

Selasa, 04 September 2012

3. Integrity

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 05-09-12

Budaya di Action yang berikutnya atau yang ketiga untuk mencapai sukses yang berkelimpahan adalah “Integrity”.  Untuk hari ini kita akan membicarakan integritas dalam perspektif bisnis. Kata Integritas berasal dari bahasa inggris Integrity yang kemudian diserap dalam bahasa Indonesia jadi integritas. Secara harfiah integritas bermakna mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran. Itu makna yang tercantum dalam kamus bahasa Indonesia. Nah.. kalau kita mengacu pada pengertian yang dianut oleh pendiri Action Coach Brad Sugars maka integritas itu bermakna, bahawa setiap individu harus berbicara tentang hal-hal yang benar. Sehingga apa yang dijanjikan itulah yang aka dipenuhi. Dan setiap individu, hanya akan membuat kesepakatan baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang lain yang memang harus dan bisa ditepati.Setiap Individu, di awal membuat perjajian, juga harus selalu mengkomunikasikan potensi-potensi yang bisa membuat perjanjian batal. Tentang perjanjian-perjanjian yang batal, harus segera ditindaklanjuti.
Nah… selanjutnya kita akan melihat integritas yang berperan dalam perspektif bisnis. Dalam menjalankan sebuah bisnis, kita tidak pernah lepas dari sebuah perjanjian. Apakah dalam bentuk tertulis/MoU ataupun lisan. Perjanjian dalam bisnis juga banyak wilayah (marketing, promosi, penjualan, dll). Sebagai satu contoh, perjanjian jual-beli. Beberapa hal yang sering terjadi pelanggaran dalam jual-beli antara lain, pengiriman yang tidak tepat. Hal-hal penting, ternyata tidak diatur dalam perjanjian jual-beli. Seorang manager marketing perusahaan kertas sebut saja perusahaan A bercerita ke saya tentang masalahnya. Singkatnya begini, perusahaan A ini punya jalur pengiriman kerta ke luar pulau sebagai berikut. Dari gudang menggunakan jasa langganan transportasi truk yang memang  sendiri. Kemudian masuk kekapal menuju luar Jawa timur/pulau dengan Kapal langganan. Semua jalur tranportasi memang sudah di setting sedemikian rupa supaya kertas sampai di tujuan dengan kondisi yang tetap rapi. Tapi suatu saat, tenaga penjualan menjual kertas ke Kalimantan. Hanya saja, pembeli tidak mau menggunakan jasa transportasi yang sudah disetting perusahaan, dengan alas an terlalu mahal. Selain itu, pembeli juga punya jasa tranportasi sendiri yang lebih murah. Dan ini disetujui saja oleh tenaga penjualan tanpa dikomunikasikan lebih jauh efeknya. Dan benar sekali, setelah barang dikirim dan sampai di Kalimantan, ternyata kertasnya dalam kondisi rusak dan tidak bisa dipakai. Akhirnya pemebli complain ke perusahaan. Sementara perusahaan kerta A tidak mau dikomplain dengan alas an, bahwa kerta keluar dari Gudang pabrik dalam kondisi rapi dan tertata. Akhirnya masalah ini bergulir cukup lama dan menjengkelkan.
Dari kasus ini bisa kita ambil satu pelajaran. Bahwa semestinya, hal-hal yang bisa mengakibatka perubahan kondisi barang dan rusaknya perjanjian tidak dibicarakan lebih awal. Jadi seharusnya pada waktu tenaga penjualan deal dengan pembeli di Kalimantan dengan dengan jasa transportasi sendiri, maka tenaga penjualan menjelaskan “jalur transportasi yang disetting perusahaan kertas A adalah untuk kepentingan kondisi baarang. Tapi kalau anda menggunakan transportasi lain, maka ada kemungkinan barang rusak dan tidak bisa dipakai. Nah.. kalau rusak sampai di tempat, perusahaan kertas A tidak mau bertanggung jawab”. Kalau saja pernyataan ini dibuat sebuah perjanjian resmi, maka tidak akan muncul masalah complain seperti di atas. Itu satu contoh saja. masih banyak contoh-contoh lainnya. Misalnnya, barang yang dikirim telat waktu, adanya barang-barang yang tidak sesuai spesifik dll. Kalau hal-hal semacam ini terjadi terus-menerus, maka akan mengikis kepercayaan dari konsumen. Dan pada akhirnya akan sangat memebahayakan kondisi perusahaan. Karena bisnis yang tidak dipercaya, tidak akan mendatangkan konsumen.
Karena itu, integritas menjadi budaya yang memang harus dipegang teguh, baik oleh perusahaan ataupun karyawan dalam perusahaan tersebut.

(Business Relation Action Coach Surabaya Agung Kurniawan Photo gettingsmart.com)

Siapkah anda menjadi Entrepreneur?

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Caoch 04-09-2012

Menjadi pemilik bisnis yang sukses adalah idaman setiap orang, ketika waktu peramakali menginveskan dana yang dimilikinya. Tapi, pada kenyataanya, tidak semua orang bisa sukses dalam berbisnis. Tapi tetap saja ada sebagian diantara yang menekuni bisnis dan kemudian menjadi sukses. 

Nah... dibalik mereka sukses berbisnis pastilah ada kualitas dalam diri yang mereka miliki. Nah...apakah anda termasuk diantara yang memiliki kualitas busines dan siap menjadi seorang entrepreneur?

Ikuti quiz singkat berikut ini untuk mengetahui kualitas diri anda. Klik di sini........
http://www.actioncoach.com/entrepreneur-test

Senin, 03 September 2012

2. Ownership

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 04-09-2012
Setelah kita berbicara panjang lebar terkait hal-hal yang dicakup dalam commitment (sebagai culture pertama di dalam Action Coach), maka sekarang kita akan menguraikan tentang culture kedua di Action Coach yaitu “Ownership”. Dalam kesempatan kali ini saya kutipkan langsung dari web Brad Sugars pendiri Action Coach. Jadi  yang dimaksud Ownership oleh Brad Sugars adalah “I am truly responsible for my actions and outcomes and own everything that takes place in my work and my life. I am accountable for my results and I know that for things to change, first I must change”.
Dari pengertian di atas maka kita dapatkan beberapa kalimat kunci.
  1. Kitalah yang benar-benar bertanggung jawab atas semua pekerjaan kita. Sehingga hasil dari pekerjaan yang kita lakukan, apapun hasilnya, kitalah yang bertanggung jawab.
  2.  Kita mempunyai segala sesuatu/segalanya untuk mewujudkan pekerjaan dan mewujudkan hidup saya.
  3. Saya tahu bahwa untuk sebuah perubahan, maka yang pertama kali berubah adalah diri saya sendiri.
Dari 3 kalimat kunci ini maka akan segera kita uraikan, baik dari sisi bisnis maupun dari sisi ibadah.  
Dari kalimat kunci yang pertama kalau kita jabarkan, maka akan kita dapatkan makna bahwa segala sesuatu yang kita perbuat/kerjakan sekarang, akan memunculkan hasil di waktu yang akan datang. Kalau kita melakukan/mengerjakan hal-hal yang baik dalam bidang usaha kita, maka hasilnya juga akan baik. Pun begitu, kalau kita melakukan hal-hal yang jelek pada bidang usaha kita, maka hasil jelek juga yang akan kita dapatkan. Jadi kalau sekarang kita sedang dalam posisi berjaya dalam bisnis kita, ini adalah hasil yang kita dapatkan dari kerja di waktu yang lalu. Dan kalaupun bisnis kita sedang terpuruk, itupun hasil dari kerja kita di waktu yang lalu, bukan disebabkan orang lain. Tidak ada kambing hitam dalam hal ini. Dalam hal bisnis/usaha, maka apapun yang kita kerjakan di bidang usaha kita saat ini, akan kita tuai beberapa waktu yang akan datang. Nah…. hasil seperti apakah yang para pemilik bisnis inginkan? Tentu jawabanya hanya 1. Yaaaa…. Hasil yang maximal, memuaskan, profit yang besar, dan keberhasilan-keberhasilan yang lainnya. Karena itu, kalau kita ingin hasil yang baik, excellence, maka semua pekerjaan bisnis kita juga harus kita lakukan denga excellence. Service ke pelanggan juga yang excellence, produk yang kita miliki juga harus yang sempurna dll. Dan semua pekerjaan kita lakukan dengan disiplin pada aturan-aturan main yang ada.
Dari kalimat kunci yang kedua, kita dapatkan makna bahwa kita memiliki segala sesuatu untuk mencapai apa yang kita inginkan dalam bisnis kita, dan juga dalam hidup kita. Pada dasarnya setiap manusia memiliki segala modal/sesuatu/kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan ataupun untuk mencapai tujuan hidupnya. Tapi kadangkala pola pikir manusia itu sendiri yang membatasi kemampuan yang dimilikinya. Sebagai satu contoh. Seringkali kita dengar teman, kerabat, orang-orang di sekitar kita mengatakan “waaah saya sebenarnya ingin juga sukses seperti para pengusaha2 itu. Tapi mana mungkin saya bisa seperti itu, saya tidak punya modal dana yang besar, saya tidak punya kemampuan intelektual, saya tidak punya kemampuan ini, itu, dll…”. Inilah bentuk pembatasan kemampuan yang dilakukan manusia sendiri. Padahal, banyak orang sukses juga dengan kemampuan yang sama dengan kita (kalau kita mengatakan “kita terbatas atau tidak punya ini, itu dll…). Contoh, Andre Wongso adalah motivator yang pendidikannya tidak sampai di universitas. Tapi Andre Wongso bisa menjadi seorang motivator yang sukses. Tidak hanya Andre Wongso, bahkan di sekitar kita, banyak pengusaha-pengusaha yang sebelumnya hanya orang biasa-biasa saja, bahkan mungkin kemampuanya lebih rendah dari kita. Ini artinya, pada dasarnya kita memiliki segala sesuatu untuk kita mencapai sesuatu yang kita inginkan, tapi sebelum kita bergerak untuk mencapainya, kita sendiri yang lebih dulu membatasi kemampuan kita sendiri. Ironi…….kita ingin maju, tapi kita sendiri yang membatasi langkah kita.
Nah… kalimat kunci yang ketiga lebih gamblang lagi pengertianya. Kalau kita ingin mencapai sesuatu/berubah lebih baik lagi, maka yang paling pertama kita lakukan adalah kita segera mengubah diri kita sendiri untuk menjadi yang seperti kita inginkan. Minimal kita bergerak satu langkah untuk mendekati atau menuju apa yang ingin kita capai. Terus berubah satu langkah demi satu langkah dan terus kita lakukan secara kesinambungan, maka kita akan sampai juga pada yang ingin kita capai.
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan/Action coach.com)