Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas budaya "Success". Di dalam perjalanan kita untuk mencapai kesuksesan, adalah pola pikir yang harus kita terapkan terus-menerus yaitu "success". Pola pikir ini maksudnya adalah "I totally focus my thoughts, energy and attention on the successful outcome of whatever I am doing. I am willing to win and allow others to win: Win/Win. At all times, I display my inner pride, prosperity, competence and personal confidence. I am a successful person".
Kalau
diterjemahkan secara harfiah, maka berarti "saya selalu menfocuskan
pikiran saya, energi saya dan perhatian saya pada kesuksesan terhadap apapun
yang saya lakukan. Saya siap untuk menang dan saya juga menginjinkan yang lain
menang. Setiap
saat, saya menampilkan kebanggaan batin saya, kemakmuran, kompetensi dan
kepercayaan diri pribadi. Saya orang sukses ".
Ini
adalah terjemahan secara harfiah. Dari sini kita menemukan beberapa kalimat
kunci.
- Secara totalitas kita harus memfokuskan perhatian, dan semua yang kita miliki untuk menuju kesuksesan yang akan kita raih. Ini artinya, setiap saat kita harus berpikir untuk bisa sukses. Nah.. akibatnya, kita akan selalu mencari jalan untuk kesuksesan. Sehingga step by step untuk kesuksesan kita.
- Saya siap untuk menang, tapi saya juga menginginkan partner bisnis saya juga merasa menang. Istilahnya win-win solution. Satu yang perlu digarisbawahi saya mengijinkan diri saya untuk menang. Kenapa ini harus saya garis bawahi? karena tidak semua orang ingin menang. Mungkin anda heran dan bertanya pada saya, apa iya ada orang yang tidak ingin menang?. Ya.. ada. Begini, setiap orang kalau ditanya apakah ingin menang?. pasti jawabnya hanya satu saja "ya saya pasti ingin menang". Tapi begitu kita beritahukan caranya untuk menang (anda harus latihan keras di pagi, siang, malam, disiplin, meluangkan lebih banyak waktu, energi supaya bisa menang). Maka akan ada kelompok pertama yang mengatakan, ya saya siap. Tapi ada juga kelompok kedua yang mengatakan wah... kalau seperti itu saya tidak sanggup. Atau ada lagi yang menjawab, sebenarnya saya sangat ingin menang, tapi kalau semacam itu jalannya wahh saya gak bisa, saya orang tidak seperti itu, jadi ga bisa. Nah...kelompok yang kedua inilah yang kita maksud dengan orang yang tidak mau sukses atau tidak mengijinkan dirinya sukses. Jadi kalau kita mengijinkan diri kita sukses, maka kita juga harus siap menerima dari konsekwensi untuk sukses itu.
- Yang ketiga, setiap saat saya selalu menampilkan kebanggaan batin saya, kemakmuran, kompetensi dan kepercayaan diri pribadi. Saya orang sukses. Ini artinya, apapun kondisi kita (sedang kesulitan bisnis, kesulitan financial, dan kesulitan-kesulitan yang lain), kita harus tetap pada kondisi yang sedang berkelimpahan. Jangan berpikir, bahwa orang di luar sana tahu kondisi kita yang sebenarnya. Pada intinya mereka tidak tahu kondisi kita sebenarnya. Karena itu, kita harus tetap tampil seperti kita dalam kondisi makmur, seperti kita dalam kondisi yang kompeten, dan selalu percaya diri. Sehingga kita tetap tampil layaknya orang sukses. Mungkin muncul pertanyaan, untuk apa bersikap seperti itu?. Setiap orang yang akan bekerjasama dengan kita, tentu pertama kali aka melihat bagaimana performance kita. Nah... yang pertama kali dilihat tentu adalah penampilan kita. Tentu orang lain tidak akan berbisnis dengan kita, ketika penampilan kita awut-awutan dan tidak mencerminkan kepercayaan diri. Inilah kenapa kita harus tetap tampil dalam kondisi yang tetap meyakinkan, dan percaya diri apapun kondisi kita.
Inilah
yang dimaksud dengan budaya "success" untuk mencapai keberlimpahan.
Anda punya pertanyaan tentang bisnis
anda, silahkan kirim ke email actionagung@gmail.com
0 komentar:
Posting Komentar