Selasa, 14 Agustus 2012

Mengendalikan bisnis ibarat mengendarai mobil

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 15-08-2012
Sampai saat ini, banyak para pebisnis kita yang dalam menjalankan bisnis mereka hanya menggunakan feeling saja. Tentu ini tidak salah seratus persen, tapi tentu tidak bisa juga bahwa dalam menjalankan bisnis sepenuhnya hanya digantungkan pada feeling. Karena bisnis itu harus bisa diukur, baik kinerjanya maupun hasilnya. Demikia kata Coach Humphrey Rusli seorang business coach yang ada di Action Coach untuk wilayah Surabaya (Jawa Timur dan Bali). 

Menurut Coach Humphrey, bahwa business itu ibarat mengendarai mobil. Di dalam mengendarai mobil, maka kita butuh banyak panel dalam ruang kabin kemudi kita. Tentu saja gunanya panel panel itu untuk mengetahui bagaimana kondisi kendaraan kita saat kita jalankan. Contoh, kalau panel bahan bakar sudah menurun, maka kita harus segera mencari SPBU untuk segera kita isi kembali. Kalau kita akan berbelok, maka kita harus memastika bahwa lampu sign kita benar-benar menyala, sehingga kita aman dan tidak membahayakan diri kita sendiri dan orang lain. Kita butuh spion supaya kita tahu semuaa kendaraan yang ada di samping kiri, kanan dan belakang kita. Kita butuh speedometer untuk mengetahui kecepatan kita. Kita butuh Panel temperatur untuk mengetahui suhu mesin kendaraan kita. Nah itu semua berfungsi untuk kita mengambil keputusan, bagaimana kita memperlakuka kendaraan kita.
Bisa kita bayangkan, kalau semua panel tadi tidak ada. Apa yang terjadi?.... yach... kita akan menjalankan kendaraan berdasarkan feeling kita. Apakah tidak bisa jalan?. Tentu saja bisa. Tapi anda bayangkan, bagaimana kalau anda menjalankan kendaraan/mobil tanpa panel-panel tadi. Kita akan deg-degan karena tidak tahu bahan bakar kita akan habis atau tidak. Kita tidak akan bisa melihat ada apa di sebelah kiri, kanan, belakang kendaraan kita karena tidak ada spion.  Kita tidak tahu berapa kecepatan kendaraan kita dan suhu mesin mobil kita. Semuanya hanya feeling dan feeling. Kita bisa saja salah dalam mengambil keputusan. Dikiranya, Bahan Bakar Kita masih banyak, ternyata sudah habis, maka mogoklah kendaraan kita. Dan keputusan-keputusan lain yang bisa salah.

Demikian juga dalam menjalankan bisnis, kita juga harus punya panel-panel bisnis kita untuk mengetahui bagaimaa kondisi perusahaan kita. Kita butuh Laporan keuangan (dan harus bisa membacanya), kita butuh alat ukur untuk kinerja SDM kita. Semuanya harus dialakukan dengan terukur. Masalahnya, tidak semua pebisnis punya alat ukur itu. Dari sebagian besar Klien Action Coach di Surabaya, awalnya rata-rata tidak punya alat ukur ini sehingga semuanya berdasarkan feeling. Nah, begitu di latih bisnis di Action Coach, sedikit demi sedikit alat ukur itu kita pasang dan hasilnya, bisnis menjadi tertata rapi dan berjalan sesuai dengan rencana. Karena semua indikasi kesehatan perusahaan atau bisnis bisa terdeteksi.

(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan/ photo websitemobil.blogspot.com)

0 komentar:

Posting Komentar