Jumat, 20 Juli 2012

Berbisnis Sekaligus Beribadah (Puasa hari ke 1)

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 21-07-2012
 Puasa Hari Pertama
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Bulan Ramadhan bagi umat muslim adalah bulan yang dinanti-nanti, karena di dalam bulan ini banyak berkah yang didapatkan baik dari perspektif ibadah maupun ekonomi. Dalam perspektif ibadah, bulan Ramadhan  menjadi kesempatan masyarakat muslim untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan. Seperti yang difirmankan Allah.  
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)
Dengan firman ini sangat jelas, kalau kita mengaku sebagai orang beriman maka kita wajib berpuasa supaya kita menjadi orang yang bertakwa. Selama bulan Ramadhan ini, banyak laku ibadah yang dilakukan kaum muslim. Sehingga dengan banyaknya laku ibadah ini memang akan membuat kaum muslim menjadi lebih bertaqwa lagi. Realitas yang ada di masyarakat kita, aktivitas umat muslim pada bula Ramadhan, tidak saja melulu beribadah. Memang ada sebagian yang mengkhususkan beribadah dan meninggalkan aktivitas keduniawian. Saudara-saudara kita yang mengambil langkah seperti ini, sudah mempersiapkan segala kebutuhan ekonomi jauh jauh hari Ramadhan. Sehingga begitu memasuki bulan Ramadhan, sudah tidak lagi direcoki urusan ekonomi, tapi fokus pada ibadah. Di sisi yang lain, masih ada kaum muslim yang tetap melakukan kegiatan ekonomi/bisnis bahkan lebih gencar lagi, karena kebutuhan Ramadhan dan lebaran menjadi tuntutan ekonomi. Nah... apakah berarti saudara-saudara  kita yang tetap gencar berbisnis selama bulan Ramadhan ini tidak punya kesempatan yang sama dalam beribadah?... tentu saja tidak demikian, karena segala sesuatu itu tergantung dari niatnya. Untuk meniatkan sesuatu tentu kita membutuhkan ilmu dan pengetahuan, agar supaya kita meniatkan hal-hal yang baik saja. Dari perspektif itulah Action Coach Surabaya melalui www.Pusatpelatihanbisnis.blogspot.com  menghadirkan rubrik “berbisnis sekaligus beribadah”,  karena  dalam berbisnispun sebenarnya kita juga beribadah  menjalankan perintah perintah Allah. Nah.. supaya aktivitas kita berbisnis bisa mengarah pada ibadah, maka dalam tulisan ini akan kita pelajari 14 culture/budaya/kebiasaan yang membawa kita pada kesuksesan yang berkelimpahan dan tetap dalam koridor ibadah. 14 culture itu antara lain : 1 Commitment. 2 Ownership. 3 Integrity. 4 Excellence. 5 Communication. 6 Succes. 7 Education. 8 Team Work. 9 Ballancing. 10 Fun. 11 Sistem. 12 Consistency. 13 Gratitude. 14 Abundance. 14 culture ini akan kita kaji secara mendalam dengan koridor ibadah, sehingga akan mengarahkan pada perilaku berbisnis sekaligus beribadah.
1.           Commitment. Commitment berarti kita mencurahkan segala daya, upaya kita untuk tujuan yang kita tetapkan. Di dalam commitment ini tercakup juga visi dan misi. Sehingga kita diharuskan menentukan/menetapkan tujuan atau visi apa yang akan kita capai. Tidak hanya itu, tapi kita juga dituntut merencanakan bagaimana cara mencapai visi yang sudah kita tetapkan. Cara untuk mencapai visi itulah yang disebut dengan misi. Dalam bisnis skala kecil dan menengah, Visi atau tujuan, jarang sekali ditentukan, atau bahkan tidak ditentukan sama sekali. Atau bisa jadi sudah kita tetapkan tapi masih kurang jelas. Sebagai contoh, kalau kita berdagang bakso, maka yang sering terjadi pada pebisnis adalah yang penting kita berdagang Bakso. Atau “pokoknya jualan bakso” itu saja. Tanpa  ada tujuan yang jelas. Sehingga dalam melakukan penjualan bakso, ya jualan begitu saja seperti hari hari biasa, tanpa kita menetapkan tujuan yang jelas. Padahal, seharusnya kita menetapkan tujuan yang jelas yang harus kita capai. Misalnya, tiap hari kita dapat menjual bakso sampai 1000 porsi, 1 tahun kemudian bisa berkembang jadi 3 – 5 cabang, dst. Ini menjadi penting, supaya bisnis kita berjalan menuju fokus yang kita tentukan. Nah… kalau tujuan/Visi sudah ditentukan dengan jelas, maka langkah berikutnya adalah kita memetakan misi. Misi adalah cara bagaimana kita mencapai Visi/tujuan yang sudah kita tentukan. Kalau kita sudah menentukan Visi di atas, maka yang perlu kita lakukan sekarang adalah merancang serangkain misi untuk mencapainya. Misalnya, kita membuat promosi yang sangat gencar sehingga semua orang tahu kalau kita berjualan bakso. Kita buat produk yang sangat baik dan membuat pembeli akan kembali lagi dan jadi pelanggan tetap. Kita juga ciptakan lokasi jualan yang sangat mudah ditemukan dan sangat nyaman untuk konsumen.
Itulah pengertian Commitment kalau kita lihat dalam perspektif bisnis. Sedangkan pengertian commitment dalam perspektif ibadah akan kita bahas dalam rubrik ini selanjutnya.

(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan, Photo 

0 komentar:

Posting Komentar