Puasa Hari Pertama
Assalamu
alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Bulan
Ramadhan bagi umat muslim adalah bulan yang dinanti-nanti, karena di dalam
bulan ini banyak berkah yang didapatkan baik dari perspektif ibadah maupun
ekonomi. Dalam perspektif ibadah, bulan Ramadhan menjadi kesempatan masyarakat muslim untuk
meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan. Seperti yang difirmankan Allah.
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ
مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)
Dengan
firman ini sangat jelas, kalau kita mengaku sebagai orang beriman maka kita
wajib berpuasa supaya kita menjadi orang yang bertakwa. Selama bulan Ramadhan
ini, banyak laku ibadah yang dilakukan kaum muslim. Sehingga dengan banyaknya
laku ibadah ini memang akan membuat kaum muslim menjadi lebih bertaqwa lagi.
Realitas yang ada di masyarakat kita, aktivitas umat muslim pada bula Ramadhan,
tidak saja melulu beribadah. Memang ada sebagian yang mengkhususkan beribadah
dan meninggalkan aktivitas keduniawian. Saudara-saudara kita yang mengambil
langkah seperti ini, sudah mempersiapkan segala kebutuhan ekonomi jauh jauh
hari Ramadhan. Sehingga begitu memasuki bulan Ramadhan, sudah tidak lagi
direcoki urusan ekonomi, tapi fokus pada ibadah. Di sisi yang lain, masih ada
kaum muslim yang tetap melakukan kegiatan ekonomi/bisnis bahkan lebih gencar
lagi, karena kebutuhan Ramadhan dan lebaran menjadi tuntutan ekonomi. Nah...
apakah berarti saudara-saudara kita yang
tetap gencar berbisnis selama bulan Ramadhan ini tidak punya kesempatan yang
sama dalam beribadah?... tentu saja tidak demikian, karena segala sesuatu itu
tergantung dari niatnya. Untuk meniatkan sesuatu tentu kita membutuhkan ilmu
dan pengetahuan, agar supaya kita meniatkan hal-hal yang baik saja. Dari
perspektif itulah Action Coach Surabaya
melalui www.Pusatpelatihanbisnis.blogspot.com
menghadirkan rubrik “berbisnis
sekaligus beribadah”, karena dalam berbisnispun sebenarnya kita juga beribadah menjalankan perintah perintah Allah. Nah..
supaya aktivitas kita berbisnis bisa mengarah pada ibadah, maka dalam tulisan
ini akan kita pelajari 14 culture/budaya/kebiasaan yang membawa kita pada
kesuksesan yang berkelimpahan dan tetap dalam koridor ibadah. 14 culture itu
antara lain : 1 Commitment. 2 Ownership.
3 Integrity. 4 Excellence. 5 Communication. 6 Succes. 7 Education. 8 Team Work.
9 Ballancing. 10 Fun. 11 Sistem. 12 Consistency. 13 Gratitude. 14 Abundance.
14 culture ini akan kita kaji secara mendalam dengan koridor ibadah, sehingga
akan mengarahkan pada perilaku berbisnis sekaligus beribadah.
1. Commitment.
Commitment berarti kita mencurahkan segala daya, upaya kita untuk tujuan yang
kita tetapkan. Di dalam commitment ini tercakup juga visi dan misi. Sehingga
kita diharuskan menentukan/menetapkan tujuan atau visi apa yang akan kita
capai. Tidak hanya itu, tapi kita juga dituntut merencanakan bagaimana cara
mencapai visi yang sudah kita tetapkan. Cara untuk mencapai visi itulah yang
disebut dengan misi. Dalam bisnis skala kecil dan menengah, Visi atau tujuan,
jarang sekali ditentukan, atau bahkan tidak ditentukan sama sekali. Atau bisa
jadi sudah kita tetapkan tapi masih kurang jelas. Sebagai contoh, kalau kita
berdagang bakso, maka yang sering terjadi pada pebisnis adalah yang penting
kita berdagang Bakso. Atau “pokoknya jualan bakso” itu saja. Tanpa ada tujuan yang jelas. Sehingga dalam
melakukan penjualan bakso, ya jualan begitu saja seperti hari hari biasa, tanpa
kita menetapkan tujuan yang jelas. Padahal, seharusnya kita menetapkan tujuan
yang jelas yang harus kita capai. Misalnya, tiap hari kita dapat menjual bakso
sampai 1000 porsi, 1 tahun kemudian bisa berkembang jadi 3 – 5 cabang, dst. Ini
menjadi penting, supaya bisnis kita berjalan menuju fokus yang kita tentukan.
Nah… kalau tujuan/Visi sudah ditentukan dengan jelas, maka langkah berikutnya
adalah kita memetakan misi. Misi adalah cara bagaimana kita mencapai
Visi/tujuan yang sudah kita tentukan. Kalau kita sudah menentukan Visi di atas,
maka yang perlu kita lakukan sekarang adalah merancang serangkain misi untuk mencapainya.
Misalnya, kita membuat promosi yang sangat gencar sehingga semua orang tahu
kalau kita berjualan bakso. Kita buat produk yang sangat baik dan membuat
pembeli akan kembali lagi dan jadi pelanggan tetap. Kita juga ciptakan lokasi
jualan yang sangat mudah ditemukan dan sangat nyaman untuk konsumen.
Itulah
pengertian Commitment kalau kita lihat dalam perspektif bisnis. Sedangkan
pengertian commitment dalam perspektif ibadah akan kita bahas dalam rubrik ini
selanjutnya.
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan, Photo
0 komentar:
Posting Komentar