Minggu, 22 Juli 2012

Berbisnis Sekaligus Beribadah (puasa hari ke 3)

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 23-07-2012

                                            Hari Ketiga
Di hari ketiga ini, kita akan membahas budaya/cultur kedua di action Coach. Cultur kedua yang kami maksud adalah “Ownership”. Dalam kesempatan kali ini saya kutipkan langsung dari web Brad Sugars pendiri Action Coach. Jadi  yang dimaksud Ownership oleh Brad Sugars adalah “I am truly responsible for my actions and outcomes and own everything that takes place in my work and my life. I am accountable for my results and I know that for things to change, first I must change”.
Dari pengertian di atas maka kita dapatkan beberapa kalimat kunci.
  1. Kitalah yang benar-benar bertanggung jawab atas semua pekerjaan kita. Sehingga hasil dari pekerjaan yang kita lakukan, apapun hasilnya, kitalah yang bertanggung jawab.
  2.  Kita mempunyai segala sesuatu/segalanya untuk mewujudkan pekerjaan dan mewujudkan hidup saya.
  3. Saya tahu bahwa untuk sebuah perubahan, maka yang pertama kali berubah adalah diri saya sendiri.
Dari 3 kalimat kunci ini maka akan segera kita uraikan, baik dari sisi bisnis maupun dari sisi ibadah.  
Dari kalimat kunci yang pertama kalau kita jabarkan, maka akan kita dapatkan makna bahwa segala sesuatu yang kita perbuat/kerjakan sekarang, akan memunculkan hasil di waktu yang akan datang. Kalau kita melakukan/mengerjakan hal-hal yang baik dalam bidang usaha kita, maka hasilnya juga akan baik. Pun begitu, kalau kita melakukan hal-hal yang jelek pada bidang usaha kita, maka hasil jelek juga yang akan kita dapatkan. Jadi kalau sekarang kita sedang dalam posisi berjaya dalam bisnis kita, ini adalah hasil yang kita dapatkan dari kerja di waktu yang lalu. Dan kalaupun bisnis kita sedang terpuruk, itupun hasil dari kerja kita di waktu yang lalu, bukan disebabkan orang lain. Tidak ada kambing hitam dalam hal ini. Dalam hal bisnis/usaha, maka apapun yang kita kerjakan di bidang usaha kita saat ini, akan kita tuai beberapa waktu yang akan datang. Nah…. hasil seperti apakah yang para pemilik bisnis inginkan? Tentu jawabanya hanya 1. Yaaaa…. Hasil yang maximal, memuaskan, profit yang besar, dan keberhasilan-keberhasilan yang lainnya. Karena itu, kalau kita ingin hasil yang baik, excellence, maka semua pekerjaan bisnis kita juga harus kita lakukan denga excellence. Service ke pelanggan juga yang excellence, produk yang kita miliki juga harus yang sempurna dll. Dan semua pekerjaan kita lakukan dengan disiplin pada aturan-aturan main yang ada.
Dari kalimat kunci yang kedua, kita dapatkan makna bahwa kita memiliki segala sesuatu untuk mencapai apa yang kita inginkan dalam bisnis kita, dan juga dalam hidup kita. Pada dasarnya setiap manusia memiliki segala modal/sesuatu/kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan ataupun untuk mencapai tujuan hidupnya. Tapi kadangkala pola pikir manusia itu sendiri yang membatasi kemampuan yang dimilikinya. Sebagai satu contoh. Seringkali kita dengar teman, kerabat, orang-orang di sekitar kita mengatakan “waaah saya sebenarnya ingin juga sukses seperti para pengusaha2 itu. Tapi mana mungkin saya bisa seperti itu, saya tidak punya modal dana yang besar, saya tidak punya kemampuan intelektual, saya tidak punya kemampuan ini, itu, dll…”. Inilah bentuk pembatasan kemampuan yang dilakukan manusia sendiri. Padahal, banyak orang sukses juga dengan kemampuan yang sama dengan kita (kalau kita mengatakan “kita terbatas atau tidak punya ini, itu dll…). Contoh, Andre Wongso adalah motivator yang pendidikannya tidak sampai di universitas. Tapi Andre Wongso bisa menjadi seorang motivator yang sukses. Tidak hanya Andre Wongso, bahkan di sekitar kita, banyak pengusaha-pengusaha yang sebelumnya hanya orang biasa-biasa saja, bahkan mungkin kemampuanya lebih rendah dari kita. Ini artinya, pada dasarnya kita memiliki segala sesuatu untuk kita mencapai sesuatu yang kita inginkan, tapi sebelum kita bergerak untuk mencapainya, kita sendiri yang lebih dulu membatasi kemampuan kita sendiri. Ironi…….kita ingin maju, tapi kita sendiri yang membatasi langkah kita.
Nah… kalimat kunci yang ketiga lebih gamblang lagi pengertianya. Kalau kita ingin mencapai sesuatu/berubah lebih baik lagi, maka yang paling pertama kita lakukan adalah kita segera mengubah diri kita sendiri untuk menjadi yang seperti kita inginkan. Minimal kita bergerak satu langkah untuk mendekati atau menuju apa yang ingin kita capai. Terus berubah satu langkah demi satu langkah dan terus kita lakukan secara kesinambungan, maka kita akan sampai juga pada yang ingin kita capai.
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan/Action coach.com)

0 komentar:

Posting Komentar