Hari Ketiga

Dari
pengertian di atas maka kita dapatkan beberapa kalimat kunci.
- Kitalah yang benar-benar bertanggung jawab atas semua pekerjaan kita. Sehingga hasil dari pekerjaan yang kita lakukan, apapun hasilnya, kitalah yang bertanggung jawab.
- Kita mempunyai segala sesuatu/segalanya untuk mewujudkan pekerjaan dan mewujudkan hidup saya.
- Saya tahu bahwa untuk sebuah perubahan, maka yang pertama kali berubah adalah diri saya sendiri.
Dari 3
kalimat kunci ini maka akan segera kita uraikan, baik dari sisi bisnis maupun
dari sisi ibadah.
Dari
kalimat kunci yang pertama kalau kita jabarkan, maka akan kita dapatkan makna
bahwa segala sesuatu yang kita perbuat/kerjakan sekarang, akan memunculkan
hasil di waktu yang akan datang. Kalau kita melakukan/mengerjakan hal-hal yang
baik dalam bidang usaha kita, maka hasilnya juga akan baik. Pun begitu, kalau
kita melakukan hal-hal yang jelek pada bidang usaha kita, maka hasil jelek juga
yang akan kita dapatkan. Jadi kalau sekarang kita sedang dalam posisi berjaya
dalam bisnis kita, ini adalah hasil yang kita dapatkan dari kerja di waktu yang
lalu. Dan kalaupun bisnis kita sedang terpuruk, itupun hasil dari kerja kita di
waktu yang lalu, bukan disebabkan orang lain. Tidak ada kambing hitam dalam hal
ini. Dalam hal bisnis/usaha, maka apapun yang kita kerjakan di bidang usaha
kita saat ini, akan kita tuai beberapa waktu yang akan datang. Nah…. hasil
seperti apakah yang para pemilik bisnis inginkan? Tentu jawabanya hanya 1.
Yaaaa…. Hasil yang maximal, memuaskan, profit yang besar, dan
keberhasilan-keberhasilan yang lainnya. Karena itu, kalau kita ingin hasil yang
baik, excellence, maka semua pekerjaan bisnis kita juga harus kita lakukan
denga excellence. Service ke pelanggan juga yang excellence, produk yang kita
miliki juga harus yang sempurna dll. Dan semua pekerjaan kita lakukan dengan
disiplin pada aturan-aturan main yang ada.
Dari
kalimat kunci yang kedua, kita dapatkan makna bahwa kita memiliki segala
sesuatu untuk mencapai apa yang kita inginkan dalam bisnis kita, dan juga dalam
hidup kita. Pada dasarnya setiap manusia memiliki segala modal/sesuatu/kemampuan
untuk melaksanakan pekerjaan ataupun untuk mencapai tujuan hidupnya. Tapi
kadangkala pola pikir manusia itu sendiri yang membatasi kemampuan yang
dimilikinya. Sebagai satu contoh. Seringkali kita dengar teman, kerabat,
orang-orang di sekitar kita mengatakan “waaah saya sebenarnya ingin juga sukses
seperti para pengusaha2 itu. Tapi mana mungkin saya bisa seperti itu, saya
tidak punya modal dana yang besar, saya tidak punya kemampuan intelektual, saya
tidak punya kemampuan ini, itu, dll…”. Inilah bentuk pembatasan kemampuan yang dilakukan
manusia sendiri. Padahal, banyak orang sukses juga dengan kemampuan yang sama
dengan kita (kalau kita mengatakan “kita terbatas atau tidak punya ini, itu
dll…). Contoh, Andre Wongso adalah motivator yang pendidikannya tidak sampai di
universitas. Tapi Andre Wongso bisa menjadi seorang motivator yang sukses.
Tidak hanya Andre Wongso, bahkan di sekitar kita, banyak pengusaha-pengusaha
yang sebelumnya hanya orang biasa-biasa saja, bahkan mungkin kemampuanya lebih
rendah dari kita. Ini artinya, pada dasarnya kita memiliki segala sesuatu untuk
kita mencapai sesuatu yang kita inginkan, tapi sebelum kita bergerak untuk
mencapainya, kita sendiri yang lebih dulu membatasi kemampuan kita sendiri.
Ironi…….kita ingin maju, tapi kita sendiri yang membatasi langkah kita.
Nah… kalimat kunci yang ketiga lebih gamblang
lagi pengertianya. Kalau kita ingin mencapai sesuatu/berubah lebih baik lagi,
maka yang paling pertama kita lakukan adalah kita segera mengubah diri kita
sendiri untuk menjadi yang seperti kita inginkan. Minimal kita bergerak satu
langkah untuk mendekati atau menuju apa yang ingin kita capai. Terus berubah
satu langkah demi satu langkah dan terus kita lakukan secara kesinambungan,
maka kita akan sampai juga pada yang ingin kita capai.
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan/Action coach.com)
0 komentar:
Posting Komentar