Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 27-07-2012
Puasa di hari
ketujuh, kita akan membahas budaya “Execellence”satu diantara 14 budaya di action coach untuk mencapai
sukses yang berkelimpahan. Dan hari ini, kita membahas dalam perspektif bisnis.
Berdasar pengertian yang ada di action coach, excellence artinya “Good enough isn't. I always deliver products and services of
exceptional quality that add value to all involved for the long term. I look
for ways to do more with less and stay on a path of constant and never ending
improvement and innovation”. Kalau kita terjemahkan secara bebas maka, kita
tidak boleh menghasilkan dan mengirimkan produk yang berkualitas cukup bagus,
tapi produk dengan kualitas istimewah. Dan kita juga harus melakukan added
value terhadap produk kita. Di sisi lain, produk kita juga harus diinovasi sepanjang
waktu.
Dari
pengertian bebas di atas, kita akan lihat satu per satu. Kenapa kita tidak boleh memproduksi barang
dengan kualitas cukup bagus?.. karena kalau
kita memproduksi barang dan jasa dengan kualitas cukup bagus maka kita akan
bersaing habis-habisan, dan ini lebih membuang energy. Ya.. bersaing
habis-habisan karena di luar sana begitu banyak produk-produk yang sejenis
dengan produk kita dengan kualitas yang sama (cukup bagus). Sehingga mau tidak
mau kita harus bersaing dengan produk yang lain. Nah… solusinya adalah membuat
produk yang excellence, istimewah, ada nilai tambah dalam setiap produk kita
yang membuat produk kita berbeda dengan produk yang lain. Ini yang akan menjadi
daya tarik produk ke konsumen. Karena itu, inovasi produk harus dilakukan
selamanya. Pada dasarnya yang kita lakukan dengan produk kita adalah
menyempurnakan. “TIDAK ADA PRODUK YANG SEMPURNA”. Filosofinya, supaya kita
terus melakukan inovasi sepanjang masa. Cukup banyak perusahaan besar yang
terus melakukan inovasi terus. Contoh, pasta gigi, susu formula dll.
Tidak
hanya di produk saja kita membuatnya istimewa, tapi di seluruh bidang bisnis
kita. Termasuk diantaranya, kita juga harus memberika proses pengiriman barang
yang excellence, pelayanan Administrasi yang excellence juga. Pokok di semua
lini bisnis harus excellence.
Memang
membuat produk, pelayanan, administrasi, promosi dll yang execellence
membutuhkan energy biaya dan waktu. Nah… tapi kalau kita tidak melakukan semua
ini, maka energy kita akan lebih banyak lagi terserap di dalam persaingan
penjualan produk dengan standard yang rata-rata sama. Kalau kita memproduk barang
dengan kualitas rata-rata sama, maka kita akan terjebak pada keruwetan bisnis perang
harga yang akan membuat kita pusing menekan biaya produksi. Tapi kalau kita
memproduksi barang dan jasa dengan kualitas excellence, maka kita akan terbebas
dari perang harga. Ada satu contoh.
Seorang pebisnis
muda menggeluti bidang bisnis retail IT salah satu produk USA. Nah…
keistimewaannya, sang pebisnis muda ini tidak hanya menjual IT, tapi juga
mengajari semua fitur yang ada di dalamnya, sehingga pembeli tidak saja membeli
barang, tapi juga dapat menggunakan semua fitur. Bisnis ini, jadi berbeda dengan
pebisnis yang lain meski sama-sama menjual IT. Ini kalau dalam bahasa bisnis
disebut USP (unique selling point) atau keunikan yang menjual.
(Business
Relation Action Coach Agung Kurniawan, photo sundijo.com)
(Anda yang
ingin bertanya tentang bisnis anda, silahkan email ke actionagung@gmail.com)
0 komentar:
Posting Komentar