Selasa, 31 Juli 2012

Berbisnis Sekaligus Beribadah (Puasa hari ke 10)

Pusat Pelatihan Bisnis?action Coach 30-07-2012
Seperti biasanya, sesudah meninjau budaya untuk sukses berkelimpahan dari sudut pandang bisnis, maka berikutnya kita aka meninjaunya dari sisi ibadah. Dalam perjalanan untuk menuju kesuksesan yang berkelimpahan kita memerlukan komunikasi yang efektif. Terkait denga itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi, baik dalam bidang bisnis maupun kehidupan kita sehari-hari. Beberapa hal itu antara lain.
  1. Dalam pengertia komunikasi yang kita dasarkan pada definisi yang ada di Action Coach, satu diantaranya kita tidak boleh membuat ataupun mendengarkan gosip. Inti dari pengertian ini sangatlah klop dengan ajaran Islam. Seperti dalam surah Al -Hujuraat ayat 12 yang artinya " Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang". Dari sini jelas sekali bahwa dalam mengelola bisnis maupun dalam sehari-hari kita dilarang menggosip. Tapi kalau kita lihat di berbagai tempat/perusahaan maka disitu seringkali kita melihat antar karyawan yang menggosip. Nah ini secara etos kerja maupun keibadahan, sangatlah tidak bagus.
  2. Dalam bisnis, seringkali kita menemui orang-orang atau klien bisnis kita yang perilakunya sudah melampui batas (menjengkelkan, mencurangi kita dll). Lantas bagaimana kita berkomunikasi dengan mereka?. Islam sudah mengantisipasi hal ini, yaitu kita disarankan tetap berbicara yang santun sambil kita tetap mengingat Allah. Ini terlihat dalam kisah Nabi Musa dan Nabi Harun waktu diperintahkan menemui Raja Firaun. Hal ini tertullis dalam surah Thaahaa ayat 42-44. yang artinya "Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku; Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut". Dengan demikian, kepada orang yang mungkin sangat menjengkelkan kita sekalipun kita mestinya tetap berkata-kata yang lemah lembut.
  3. Dalam berkomunikasi, kita diminta Allah meninggalkan dialog/perkataan yang tidak berguna. Kalau kita meninggalkanya, maka kita akan masuk dalam golongan orang-orang yang beruntung. Janji Allah ini diabadikan dalam Surah Al Mu'minun ayat 1-3 yang artinya "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Inilah mengapa orang-orang yang meninggalkan perkataan tidak berguna akan beruntung.
    Anda yang ingin bertanya tentang bisnis anda, bisa mengiriim pertanyaan melalui email actionagung@gmail.com 
    (Business Relation Action Coach Agung Kurniawan)
     

0 komentar:

Posting Komentar