Jumat, 06 Juli 2012

Kegembiraan mendatangkan kegimbaraan, kesedihan mendatangkan kesedihan

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 07-08-2012
Semua orang menginginkan selalu gembira terus. Kalau bisa, tidak perlu ada kesedihan. Tapi pada kenyataanya, banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar diri kita membuat hati kita bersedih. Kalau kita mempelajari beberapa keilmuan tentang hati, misalnya kalau kita belajar dari imam Ghazali, maka disitu diajarkan, bahwa kegembiraan dan kesedihan itu semua tergantung dari hati kita sendiri, tidak tergantung dari peristiwa-peristiwa di luar kita. Dus... artinya, pada dasarnya kita bisa bergembira terus, tidak ada sedih dalam hidup kita. 
Dan kalau kita belajar dari para Motivator, maka akan muncul satu teori dengan judul di atas, bahwa "Kegembiaraan mendatangkan kembiraan, kesedihan akan mendatangkan kesedihan". Artinya, kalau hati kita gembira saat ini maka kita sedang menarik sebuah peristiwa yang juga membuat kita gembira di waktu-waktu yang akan datang. Demikian juga, kalau kita menyukai pekerjaan yang kita lakukan saat ini dengan gembira, senang, maka dalam bekerja di masa-masa yang akan datang kita juga akan mendapatkan kegembiraan. Tapi kalau kita selalu mengeluh dan mengeluh, maka kita selamahan akan terus mengeluh dan mengeluh. Bahkan bisa jadi akan lebih banyak lagi keluhan kita, juga akan menarik orang yang punya sifat mengeluh pada kita. Karena itu disarankan supaya kita tetap gembira, sekalipun kondisi di luar mungkin tidak seperti yang kita bayangkan.
Penerapanya dalam bisnis. Jadi, kalau anda membiarkan pelanggan bisnis anda suka menawar nawar barang/jasa produk anda dan anda membiarkan kejadian ini terus menerus, maka satu tahun, dua tahun lagi, pelanggan anda yang suka menawar-nawar akan bertambah banyak. Tapi kalau anda memeberikan perhatian yang lebih pada pelanggan yang Kategori A (asyik... belanja banyak, langsung beli, tidak suka menawar). Maka tahun tahun berikutnya, pelanggan A anda akan bertambah banyak.
Firman Tuhan "Barang siapa yang bersyukur, niscaya Aku tambah nikmatKu. Dan barang siapa yang kufur akan nikmatKu maka azabKu sungguh pedih". Ini kuga berarti, kita harus tetap bersyukur setiap saat. ya.... setiap saat tiada henti hentinya bersyukur, apapun yang terjaadi. supaya kita bisa menarik nikmat-nikmat yang lain di masa masa yang akan datang.

(Agung Kurniawa Business Relation Action Coach/ photo blog.its.ac.id)        

0 komentar:

Posting Komentar