Kamis, 30 Agustus 2012

1. Commitment...Misi...(3)

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 30-08-2012
Setelah kita menentukan Visi dari perusahaan/bisnis kita, maka langkah selanjutnya adalah menentukan misi. Kalau Visi adalah tujuan jangka panjang bisnis kita, maka misi adalah cara yang kita lakukan untuk mencapai tujuan itu. Dalam artikel sebelumnya, sempat kita contohkan Visi bisnis Bakso yaitu "menjadi produsen bakso dengan mozet dan profit tertinggi di Provinsi". Nah... setelah kita menentukan visi/tujuan tersebut, langkah berikutnya adalah bagaimana  kita menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan itu.

Supaya kita lebih mudah menyusun misi kita berdagang bakso. berikut ini contoh Visi dan Misi PT Pertamina

visi dan misi perusahaan. Visi PT Pertamina (Persero) ialah :
Visi : “Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia.”
 
Misi  :  "Menjalankan usaha inti minyak, gas, dan bahan bakar nabati secara terintegrasi, berdasarkan prinsip prinsip komersial yang kuat".

Nah... itu adalah contoh dari PT Pertamina. Bagaimana dengan Bisnis Jual Bakso kita? dengan 
Visi "menjadi produsen bakso dengan mozet dan profit tertinggi di Provinsi" 
maka misinya bisa kita buat seperti sbb
Misi "memproduksi bakso dengan kualitas yang lebih baik dari yang ada sekarang, ditunjang dengan promosi yang kuat dan pelayanan penjualan yang memuaskan pelanggan".
Nah dengan misi seperti di atas, maka dalam keseharian kita berjualan Bakso, kita harus memproduksi bakso yang benar-benar berkualitas. Misalkan, bakso kita diproduksi dengan bahan-baha yang sehat dan dibuat dari bahan-bahan organik (Non-Kimia). Setiap produksi Bakso, kita harus tetap menjaga standard kualitas. Sehingga, kualitas bakso kita tetap terjadi, apapun kondisi di luar. Jadi, kualitas bakso kita tetap sama, meski bahan-bahan pembuat bakso kita sedang mengalami kenaikan.
Bagaimana dengan pelayanan penjualan??? ... Pelayanan penjualan juga harus tetap terjaga standardnya. Artinya kalau kita bisa memberikan pelayanan yang sangat sopan santun kepada pembeli pada waktu pembeli jumlahnya masih sedikit. Maka pada waktu pembeli jumlahnya meningkat cukup banyak/bahkan sangat banyak pelayanan kepada pembeli juga harus tetap sopan da santun. Jangan, karena pembeli yang membludak, maka pelayanan menjadi sembarangan karena kerepotan melayani (tentu hal semacam ini tidak lagi standard, dan ini menjadi preseden buruk awal dari konsumen meninggalkan produk kita). 

(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan. photo/aku)

0 komentar:

Posting Komentar