
Seperti yang kita ketahui, bahwa pada bulan puasa dan hari raya idul
fitri, hampir semua bisnis bergerak cukup cepat/peak season. Hal ini
ditandai dengan omzet yang naik dan profit yang naik juga. Tapi setelah
itu, kinerja bisnis kita jadi menurun drastis. Kebanyakan, para pebisnis
melihat anomali bisnis ini sebagai hal yang biasa, sehingga meski omzet
dan profit turun setelah puasa dan lebaran ya biasa-biasa saja.
Nah melihat realitas inilah, Action Coach sebagai lembaga pendamping
bisnis prihatin dengan kondisi ini. Padahal banyak strategi strategi
bisnis yang bisa dilakukan oleh para pebisnis. Di Action Coach ada
ratusan strategi bisnis yang bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja
perusahaan sehingga punya kinerja yang sama bagus pada waktu ada moment.
Gampangnya begini. Dalam satu tahun ada 12 bulan, maka perusahaan
(sebagai lembaga bisnis) harus mampu menciptakan keuntungan yang
konsisten setiap bulan selama 12 bulan dalam setahun. Tapi kenyataanya,
banyak perusahaan yang bisa mencetak untung hanya pada waktu tahun baru,
musim liburan sekolah, puasa dan hari raya idul fitri, Natal. Dengan
demikian yang benar-benar mencetak untung besar hanya 5 bulan saja,
sedangkan 7 bulan lainnya ladai-landai saja bahkan turun drastis. Tentu
bukan ini yang dimaksud dengan bisnis. Karena definisi bisnis adalah
"kegiatan ekonomi komersial yang menciptakan keuntungan secara konsisten
(terus-menerus)......".
Nah.. kalau hanya 5 bulan saja, tentu tidak masuk dalam kategori
bisnis, karena keuntungan yang diciptakan tidak konsisten. Nah.. di
Action Coach terdapat ratusan strategi bisnis untuk mengkonsistenkan
keuntungan itu. Tapi sayang, tidak semua pemilik bisnis mengerti
strategi itu.
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan photo/pustakasekolah.com)
0 komentar:
Posting Komentar