Senin, 27 Agustus 2012

How to Kick Starter Your Bisnis after Idul Fitri

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 28-08-2012
Surabaya, 27 Agustus 2012. Hari ini bahkan beberapa hari yang lalu perusahaan-perusahaan sudah mulai berkatifitas lagi. Kebanyakan perusahaan memulai bisnis dengan landai-landai saja. Tentu ini juga tidak salah. Dalam sebuah forum di Action Coach PTC pagi ini muncul sebuah gagasan "How to Kick Starter Your Business after Idul Fitri". Kenapa muncul gagasan ini?
Seperti yang kita ketahui, bahwa pada bulan puasa dan hari raya idul fitri, hampir semua bisnis bergerak cukup cepat/peak season. Hal ini ditandai dengan omzet yang naik dan profit yang naik juga. Tapi setelah itu, kinerja bisnis kita jadi menurun drastis. Kebanyakan, para pebisnis melihat anomali bisnis ini sebagai hal yang biasa, sehingga meski omzet dan profit turun setelah puasa dan lebaran ya biasa-biasa saja.
Nah melihat realitas inilah, Action Coach sebagai lembaga pendamping bisnis prihatin dengan kondisi ini. Padahal banyak strategi strategi bisnis yang bisa dilakukan oleh para pebisnis. Di Action Coach ada ratusan strategi bisnis yang bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan sehingga punya kinerja yang sama bagus pada waktu ada moment.
Gampangnya begini. Dalam satu tahun ada 12 bulan, maka perusahaan (sebagai lembaga bisnis) harus mampu menciptakan keuntungan yang konsisten setiap bulan selama 12 bulan dalam setahun. Tapi kenyataanya, banyak perusahaan yang bisa mencetak untung hanya pada waktu tahun baru, musim liburan sekolah, puasa dan hari raya idul fitri, Natal. Dengan demikian yang benar-benar mencetak untung besar hanya 5 bulan saja, sedangkan 7 bulan lainnya ladai-landai saja bahkan turun drastis. Tentu bukan ini yang dimaksud dengan bisnis. Karena definisi bisnis adalah "kegiatan ekonomi komersial yang menciptakan keuntungan secara konsisten (terus-menerus)......".
Nah.. kalau hanya 5 bulan saja, tentu tidak masuk dalam kategori bisnis, karena keuntungan yang diciptakan tidak konsisten. Nah.. di Action Coach terdapat ratusan strategi bisnis untuk mengkonsistenkan keuntungan itu. Tapi sayang, tidak semua pemilik bisnis mengerti strategi itu.

(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan photo/pustakasekolah.com) 

0 komentar:

Posting Komentar