Minggu, 26 Agustus 2012

Regenerasi Perusahaan Keluarga

Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 27-08-2012


Dalam dunia bisnis perusahaan keluarga ada pameo yang menyatakan “ Generasi Pertama sebagai penemu, generasi kedua mengembangkan, generasi ketiga menghancurkan”. Nah.. apakah Pameo ini benar atau sekedar mitos. Untuk menjawab pertanyaan ini, nampaknya kita harus melihat beberapa perusahaan yang sukses sampai beberapa generasi. Sebut saja perusahaan Jamu Nyonya Meneer. Charles Saerang pemimpin perusahaan ini menyatakan, bahwa pameo itu tidak berlaku di Nonya Meneer. Karena charles saerang sebagai generasi ketiga, berhasil membuktikan perusahaan jamu Nonya Meneer di Generasi ketiga justru tambah maju. 

Tentu saja ini bukan berarti tidak ada masalah di sana. Karena pada waktu charle Saerang pertama kali memimpin, ada saudara-saudaranya yang menginginkan perusahaan ini dihitung ulang dan sauadara-saudara lainya ini ingin mendapat bagian kemudian keluar dari perusahaan ini. Dan akhirnya, keputusan berpisah dengan saudara-saudaranya ini diambil. Tapi, perusahaan keluarga ini tidak lantas bubar, tapi dikelola dengan benar dan justru tambah berkembang.

Coach Wito satu diantara business Coach yang ada di Master Office Action Coach untuk wilayah Jawa Timur dan Bali di PTC menyatakan, bahwa regenerasi perusahaan keluarga ini menjadi hal yang sangat penting. Bahkan kalaupun ada perbedaan pendapat yang cukup tajam dan harus diambil keputusan berpisah dengan saudara-saudara dalam bisnis keluarga, senyampang itu yang terbaik untuk kelangsungan perusahaan keluarga. Ya.. tetap harus diputuskan.

Coach Wito berbagi pengalaman, pada satu saat melakukan coaching terhadap pewaris bisnis keluarga. Dalam bisnis ini, ada perbedaan pendapat yang sulit didamaikan oleh para pewaris ini. Singkat kata coach wito menyampaikan, "kalau memang perbedaannya cukup tajam dan tidak bisa didamaikan seperti itu, maka biarkan saudara tertua ini keluar dari perusahaan ini dan biarkan mendirikan perusahaan baru dengan idenya sendiri. Dan saudara-saaudara yang ditinggalkan silahkan mengelola perusahaan keluarga ini denga ide-idenya. Ini adalah ide terbaik supaya tidak menjadi beban diantara saudara".

Dengan pernyataan Coach Wito ini, semua pewaris perusahaan ini akhirnya sepakat untuk mengikuti ide saudara tertua ini untuk mengembangkan bisnis keluarga ini.   

Dari contoh kasus di atas, kita bisa melihat peran coach dalam Regenerasi bisnis keluarga. Sebagai lembaga pendampingan business nomer 1 berskala international Action Coach juga sangat perhatian terhadap permasalahan-permasalahan di bisnis keluarga. Tidak saja masalah bisnisnya, tapi juga permasalahan-permasalahan di dalam keluarga pemilik bisnis yang berimbas pada kinerja perusahaan juga menjadi perhatian Action Coach.      

Business Relation Action Coach Agung Kurniawan. photo/arc-fisipui.blogspot.com
   

0 komentar:

Posting Komentar