Selasa, 30 Oktober 2012

PKL Dommpet dan PKL Sandal

Pusat Pelatihan Bisnis/Action COACH 31-10-2012
Suatu saat, saya berjalan-jalan di salah satu taman kota yang ada di Surabaya. Di salah satu sisi taman, nampak berjajar para pedagang kaki lima. Satu yang menarik perhatian adalah pedagang sandal untuk akum hawa, Sandalnya sangat artistic dengan motif hiasan batik. Penataanya juga rapi. Nah... tapi yang membuat saya agak heran adalah, sekitar dua jam saya mengamati dengan jarak yang agak jauh ternyata yang datang untuk melihat saja (belum sampai tahapan membeli) sangat jarang sekali. Ini yang jadi keheranan saya, padahal jumlah pengunjung taman itu begitu banyak.

Saya lanjutkan lagi perjalanan ke sudut taman yang lain tapi masih dalam satu taman. Ada pedagang dompet obralan yang menggelar dagangan dompetnya seenaknya saja di tikar plastik. Tapi yang melihat daganganya begitu banyak (dikerubuti). Saya kemudian mendekat dan ingin melihat apa yang dilakukan pedagang dompet ini. Ternyata, pedagang ini sedang memainka sulap dengan menggunakan alat peraga dompet. Dengan rancang bagun dompet yang sedimikian rupa dompet ini bisa membuat uang yang dimasukan jadi tersembunyi dan tidak kelihatan uangnya. Ini dimainkan begitu menarik dan membuat pengunjung tertawa-tawa dan banyak orang yang kemudian tertarik datang. 

***********************************
Sangat jelas perbedaan 2 pedagang dalam 2 cerita di atas.
1. Pedagang PKL sandal hanya memajang productnya saja dan hanya menunggu calon pembeli datang. Tentu akan sangat jarang yang datang, karena hanya mengandalkan orang lain untuk melihat product sandalnya.
2. Pedagang PKL Dompet, sangat berusaha mendatangkan calon pembeli dengan cara memain sulap ringan dibantu alat peraga dompet yang unik.
Ingat rumus ini, semakin banyak calon pembeli yang datang,kemungkinan yang membeli juga semakin banyak. Semakin sedikit yang datang, maka kemungkinan pembelinya juga semakin sedikit. Memang ini tidak selamanya benar 100%. Tapi bisa dibayangkan "bagaimana ada pembeli, kalau tidak ada satu orangpun yang datang ke tempat bisnis kita.

Karena itu, sebagai langkah awal terjadinya transaksi jual beli adalah mendatangkan pengunjung sebanyak mungkin. Tapi sayangnya, tidak semua pebisnis mengetahui bagaimana caranya mendatangkan pengunjung ke tempat bisnis kita. Seperti yang yang terjadi pada pedagang sandal dalam cerita di atas, mungkin tidak tahu bagaimana caranya mendatangkan calon pembeli. Tapi, pedagang dompet tahu bagaimana caranya mendatangkan calon pembeli. Nah... di Action Coach sendiri, memiliki puluhan cara untuk mendatangkan calon pembeli (number of leads).

Nah... bagaimana dengan anda? berapa banyak cara yang anda miliki untuk menarik calon pembeli?

(Agung Kurniawan redaksi www.pusatpelatihanbisnis.blogspot.com).   

0 komentar:

Posting Komentar