Senin, 29 Oktober 2012

6 Mitos Bisnis (Bagian Kedua)

Pusat Pelatihan Bisnis/ActionCOACH 30-10-2012
Mitos Bisnis yang kedua adalah "Mencari karyawan susah". Sebelum kita mengulas lebih jauh tentang mitos "Mencari Karyawan Susah". Ada baum mendapatkan baiknya kita simak satu cerita tanya jawab antara Coach Humphrey Rusli (CHR) dan seorang pengusaha(SP) waktu event workshop.

SP : saya selalu kesulitan dalam mengelola SDM di bisnis saya
CHR : Sulitnya apa?
SP : Karena karyawan saya tingkat Turn Overnya cukup tinggi. Dengan begitu saya bingung mengelolanya, karena seringkali, tiba-tiba karyawan keluar, sementara saya belum mendapatkan gantinya. Jadi ada pekerjaan yang harus dirangkap-rangkap.
CHR : Anda mencari karyawan kapan?
SP :  Ya kalau kita sedang membutuhkan karyawan. masa kita menerima karyawan pada saat kita tidak membutuhkan?
CHR : Nah... inilah kebiasaan yang salah yang sering dilakukan pengusaha "mencari karyawan pada waktu sedang membutuhkan". Apa resikonya kalau kita mencari karyawan pada saat kita membutuhkan/buru-buru untuk segera menggantikan karyawan yang keluar???... akhirnya kita asal comot/asal dapat. Hasil akhirnya, kita tidak bisa mempunyai karyawan yang berkualitas karena mencarinya terburu-buru.
SP : Jadi harusnya bagaimana? masak kita meneriima karyawan pada waktu kita belum membutuhkan?
CHR : Bukan menerima karyawan pada waktu sedang tidak membutuhkan. Tapi melakukan proses recruitment  di saat kita belum membutuhkan. Sekali lagi, yang kita lakukan pada saat posisi karyawan kita lengkap adalah bukan menerima karyawan baru, tapi proses penerimaan karyawan. Jadi, setiap saat kita melakukan pencarian karyawan di setiap posisi yang ada di perusahaan kita. Setelah itu kita punya daftar nama-nama calon karyawan sesuai dengan peringkat dan kualitasnya. Apa keuuntungan yang kita dapatkan kalau kita melakukan ini?... Keuntunganya adalah, pada waktu ada karyawan kita yang keluar, maka kita sudah punya gantinya. Dengan cepat, kita melihat daftar calon karyawan dan kita pilih yang paling berkualitas, kita panggil untuk bekerja.

Ok... itu sepenggal dialog antara Coach Humphrey satu diantara business coach di Master Office Action Coach East Java & Bali yang ada di PTC. Selain itu, coach Humphrey juga menambahkan untuk proses recruitment seorang karyawan itu dibutuhkan beberapa kali pertemuan/wawancara. Kenapa demikian?... karena filosofi mencari karyawan itu adalah mencari teman hidup. Jadi sama dengan waktu kita mencari pasangan hidup, maka kita perlu berkali-kali memastikan bahwa orang yang kita recruit ini benar-benar akan cocok untuk berjalan bersama kita di dalam mengelola perusahaan atau bisnis.

Jadi sebenarnya "mencari karyawan itu susah" hanya mitos, karena sebenarnya yang terjadi adalah kita belum tahu bagaimana cara recruitment karyawan.

(Agung Kurniawan redaksi www.pusatpelatihanbisnis.blogspot.com)

2 komentar:

  1. Mencari karyawan disaat tdk membutuhkan dan untuk 'serep' kalo saat tiba2 tenaga kerja keluar mendadak menurut saya agak lucu. Mengapa? Pernahkah anda sebagai coach berpikir, jika para calon yg potensial itu hanya dijadikan 'serep' untuk mengisi database kita yg mana kita tdk tau pasti kapan mau merekrutnya, saya berani jamin, kandidat yg di posisi atas akan banyak hilang karena sudah sangat mungkin di-rekrut oleh perusahaan lain. Anda melihat dari satu sisi perusahaan saja, sebagai pencari kerja, saya akan melakukan lamaran kerja sebanyak yg saya bisa, mana mgkn saya hanya nongkrong melulu menunggu dipanggil oleh satu perusahaan yg ga jelas kapan mempekerjakan saya. Dan juga seberapa terkenal dan bagus perusahaan kita memberikan penawaran kepada tenaga kerja supaya mereka 'setia' nunggu panggilan kita? Menurut saya akar dari masalah yg harus diperbaiki dari topik diatas adalah 'Mengapa Turn Over tenaga kerja anda tinggi?' bukan hanya pada cara rekrutmen saja. Saya jamin penyakit utama perusahaan yg punya turn over tinggi adalah masalah gaji, lingkungan kerja, rule perusahaan dan mgkn juga culture perusahaan. Jadi ActionCoach harus menekankan perbaikan masalah itu.

    BalasHapus
  2. betul pendapat anda. orang terbaik yang kelamaan nunggu saya jamin pasti sudah pergi, ngapain nongkrong nungguin dipanggil lagi?? tapi PROSES RECRUITMENT jalan terus tanpa henti. Sehingga daftar calon karyawan itu akan nyundul dari bawah ke atas. daftar paling atas pergi, dan digantikan daftar yang baru. itu sirkulasi, terus semacam itu. Seperti Stock First in First out.

    BalasHapus