Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 22-07-2012
Hari Kedua
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
Dalam
tulisan sebelumnya kita sudah membahas tentang commitment dalam perpspektif
bisnis. Nah.. dalam tulisan kali ini, kita akan melihat dalam perpspektif
ibadah. Visi adalah tujuan yang akan kita capai, sedangkan misi adalah
bagaimana cara kita mencapai tujuan itu. Kalau
kita berdoa, sebenarnya kita sudah menetapkan Visi/Tujuan yang kita inginkan
untuk kita dapatkan. Bahkan doa ini kita ulang-ulang di waktu waktu
tertentu, sesudah sholat, sesudah mengaji dll. Artinya di dalam kehidupan kaum
muslim, Visi/Tujuan/Doa ini diulang-ulang setiap saat. Dalam dunia motivasi,
doa yang kita panjatkan berulang-ulang ini juga sebagai afirmasi dari apa yang
kita inginkan. Dengan sering diulang-ulang maka apa yang kita doakan akan
terprogram dalam otak kita. Kalau doa kita sudah tertanam benar di dalam otak
kita, maka otak kita akan bekerja untuk mencari jalan terwujudnya doa kita.
Selain itu, doa yang kita ulang-ulang, juga berarti supaya tujuan/doa kita
menjadi jelas untuk diri sendiri dan terfokus. Dengan demikian kita akan selalu
comit untuk memelihara Visi kita supaya tetap terjaga dalam kehidupan
sehari-hari, dan kita bisa memberikan segala upaya dan perhatian kita kepada
Visi/tujuan/doa kita secara totalitas. Secara totalitas ini dalam pengertian,
kita harus percaya baik secara psikologi maupun secara fisik bahwa
visi/tujuan/doa kita itu akan tercapai. Secara psikologi, artinya
visi/tujuan/doa itu tertanam dalam hati kita akan tercapai. Dan ini memang yang
diinginkan Allah dari kita. Seperti yang ada dalam hadits Qudsi "Aku
tergantung pada prasangka hambaku terhadap
diriku dan Aku selalu bersamanya apabila ia selalu mengingatku". Dari sini
sudah sangat jelas bahwa kita harus totalitas dalam menjaga visi/tujuan/doa
kita dan percaya akan tercapai. Bahkan untuk menolong kita menjaga kepercayaan
itu, Allah juga menjamin dalam firmannya QS Al Mu’min ayat 60 di awal tulisan ini.
Selain
secara psikologi, kita harus percaya secara totalitas, secara fisik kepercayaan
ini juga harus dilakukan secara totalitas. Secara fisik ini berarti usaha/ikhtiar harus/wajib dilakukan.
Kalau dalam dunia bisnis, maka yang dimaksud dengan ikhtiar ini sebenarnya
adalah misi. Misi adalah cara bagaimana
kita mencapai tujuan kita. Meskipun Allah sudah menjamin bahwa kalau kita
berdoa maka akan diperkenankan seperti dalam firmanya di atas. Tapi kita juga
harus paham bahwa Allah juga mewajibkan kita untuk Ikhtiar.
QS
Al Qasash 77 yang artinya, “Dan carilah
pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu [kebahagiaan] negri akherat
dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari [kebahagiaan] dunia. Berbuat baiklah
[kepada orang lain] sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Janganlah
kamu berbuat kerusakan dimuka bumi karena sesunggunya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berbuat kerusakan”.
Oleh
karena itu, mencapai doa, kita tidak
cukup hanya berdoa saja. Jadi kalau kita hanya berdoa saja, tanpa melakuka
Ikhtiar, itu sama halnya dengan kita hanya menetapkan Visi tanpa adanya Visi.
Nah.. kalau kita hanya menetapkan visi saja tanpa kita melakukan misi, maka
sampai kapanpun, Visi itu hanya tinggal visi saja dan tidak akan pernah
tercapai.
Demikian
halnya juga dengan doa kita, kalau kita hanya berdoa dan berdoa saja tanpa
ikhtiar sama sekali, maka doa itu hanya akan tinggal di angan-angan kita saja.
Dari
uraian saya tentang Commitment baik dari perspektif Bisnis maupun perspektif
ibadah, maka muncul satu kesamaan, bahwa commitment yang tertuang dalam bentuk visi dan misi adalah merupakan Doa dan
Ikhtiar. Sehingga kalau kita melakukan atau melaksanakan commitment ini
dalam perpspektif ibadah, maka kita akan mendapatkan 2 hal sekaligus, yaitu
keuntungan dari perspektif bisnis yang
akan kita dapatkan di duniawi dan kuntungan dari perspektif ibadah yang akan
kita dapatkan di akherat.
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan/ Photo wakeuptolive.com)
0 komentar:
Posting Komentar