Sabtu, 21 Juli 2012

Berbisnis Sekaligus Beribadah (puasa hari ke 2)


Pusat Pelatihan Bisnis/Action Coach 22-07-2012
Hari Kedua
 




Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
Dalam tulisan sebelumnya kita sudah membahas tentang commitment dalam perpspektif bisnis. Nah.. dalam tulisan kali ini, kita akan melihat dalam perpspektif ibadah. Visi adalah tujuan yang akan kita capai, sedangkan misi adalah bagaimana cara kita mencapai tujuan itu. Kalau kita berdoa, sebenarnya kita sudah menetapkan Visi/Tujuan yang kita inginkan untuk kita dapatkan. Bahkan doa ini kita ulang-ulang di waktu waktu tertentu, sesudah sholat, sesudah mengaji dll. Artinya di dalam kehidupan kaum muslim, Visi/Tujuan/Doa ini diulang-ulang setiap saat. Dalam dunia motivasi, doa yang kita panjatkan berulang-ulang ini juga sebagai afirmasi dari apa yang kita inginkan. Dengan sering diulang-ulang maka apa yang kita doakan akan terprogram dalam otak kita. Kalau doa kita sudah tertanam benar di dalam otak kita, maka otak kita akan bekerja untuk mencari jalan terwujudnya doa kita. Selain itu, doa yang kita ulang-ulang, juga berarti supaya tujuan/doa kita menjadi jelas untuk diri sendiri dan terfokus. Dengan demikian kita akan selalu comit untuk memelihara Visi kita supaya tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari, dan kita bisa memberikan segala upaya dan perhatian kita kepada Visi/tujuan/doa kita secara totalitas. Secara totalitas ini dalam pengertian, kita harus percaya baik secara psikologi maupun secara fisik bahwa visi/tujuan/doa kita itu akan tercapai. Secara psikologi, artinya visi/tujuan/doa itu tertanam dalam hati kita akan tercapai. Dan ini memang yang diinginkan Allah dari kita. Seperti yang ada dalam hadits Qudsi "Aku tergantung pada prasangka hambaku terhadap diriku dan Aku selalu bersamanya apabila ia selalu mengingatku".  Dari sini sudah sangat jelas bahwa kita harus totalitas dalam menjaga visi/tujuan/doa kita dan percaya akan tercapai. Bahkan untuk menolong kita menjaga kepercayaan itu, Allah juga menjamin dalam firmannya QS Al Mu’min ayat 60 di awal tulisan ini.
Selain secara psikologi, kita harus percaya secara totalitas, secara fisik kepercayaan ini juga harus dilakukan secara totalitas. Secara fisik ini berarti usaha/ikhtiar harus/wajib dilakukan. Kalau dalam dunia bisnis, maka yang dimaksud dengan ikhtiar ini sebenarnya adalah misi.  Misi adalah cara bagaimana kita mencapai tujuan kita. Meskipun Allah sudah menjamin bahwa kalau kita berdoa maka akan diperkenankan seperti dalam firmanya di atas. Tapi kita juga harus paham bahwa Allah juga mewajibkan kita untuk Ikhtiar. 

QS Al Qasash 77 yang artinya, “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu [kebahagiaan] negri akherat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari [kebahagiaan] dunia. Berbuat baiklah [kepada orang lain] sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi karena sesunggunya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.
Oleh karena itu, mencapai doa,  kita tidak cukup hanya berdoa saja. Jadi kalau kita hanya berdoa saja, tanpa melakuka Ikhtiar, itu sama halnya dengan kita hanya menetapkan Visi tanpa adanya Visi. Nah.. kalau kita hanya menetapkan visi saja tanpa kita melakukan misi, maka sampai kapanpun, Visi itu hanya tinggal visi saja dan tidak akan pernah tercapai.
Demikian halnya juga dengan doa kita, kalau kita hanya berdoa dan berdoa saja tanpa ikhtiar sama sekali, maka doa itu hanya akan tinggal di angan-angan kita saja.
Dari uraian saya tentang Commitment baik dari perspektif Bisnis maupun perspektif ibadah, maka muncul satu kesamaan, bahwa commitment yang tertuang dalam bentuk visi dan misi adalah merupakan Doa dan Ikhtiar. Sehingga kalau kita melakukan atau melaksanakan commitment ini dalam perpspektif ibadah, maka kita akan mendapatkan 2 hal sekaligus, yaitu keuntungan dari perspektif  bisnis yang akan kita dapatkan di duniawi dan kuntungan dari perspektif ibadah yang akan kita dapatkan di akherat.
(Business Relation Action Coach Agung Kurniawan/ Photo wakeuptolive.com)

0 komentar:

Posting Komentar