Hari
Keempat
Di hari yang keempat
ini, kita akan mendalami tentang ownership dari perspektif ibadah kaum muslim.
Untuk bisa melihat budaya “Ownership” dalam perspektif ibadah maka kita akan memakai 3 kalimat kunci ownership untuk
masuk dalam ranah ibadah kaum muslim.
Kalimat kunci yang
pertama, bahwa Kitalah yang benar-benar bertanggung jawab atas semua
pekerjaan kita. Sehingga hasil dari pekerjaan yang kita lakukan, apapun
hasilnya, kitalah yang bertanggung jawab. Kalaupun ada sesuatu yang buruk
menimpa kita, itu juga karena kita sendiri. Sekali lagi, tidak ada kambing
hitam dalam hal ini. Hal ini juga sudah jelas dalm firman Allah di surah
Az-Zalzalah ayat 7-8 yang artinya.
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan
seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Dari 2 ayat di atas sudah terlihat jelas, bahwa kita
semua akan mendapatkan balasan dari apa yang kita kerjakan. Balasan tidak harus
selalu menunggu kita sampai di akherat nanti. Tapi di dunia inipun kita bisa
mendapat balasan dari apa yang kita lakukan. Hukum causalitas berlaku di
kehidupan ini. Kalau hidup kita ingin lebih baik, maka kita juga harus
melakukan tindakan-tindakan yang baik.
Lantas, apa hubunganya dengan bisnis?.... ya...
bisnis adalah bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Hidup manusia
sehari-hari tidak bisa dilepaskan dari bisnis. Karena untuk memenuhi kebutuhan
manusia, baik sandang maupun pangan, tentu akan terkait dengan bisnis/ekonomi.
Sehingga 2 ayat dalam surah Az-Zalzalah maupun hukum causalitas ini juga
berlaku dalam bisnis. Artinya... kalau bisnis kita ingin berjalan baik, maka
kita juga harus melakukan segala sesuatu yang terkait dengan bisnis dengan
sebaik-baiknya. Kita harus memperlakukan konsumen dengan baik, memperlakukan
karyawan dengan baik, menjalankan system/aturan main perusahaan atau bisnis
dengan baik juga, dll. Prinsipnya semua harus dilakukan dengan baik. Harapannya
adalah, kita mendapatkan hasil yang baik. Karena kalau tidak kita lakukan
dengan baik, maka hasilnya juga tidak akan baik.
Kalimat kunci yang kedua adalah kita memiliki segala
sesuatu/kemampuan untuk untuk melakukan apa yang ingin kita kerjakan dalam
hidup ini. Ini artinya, kita diciptakan dengan kondisi yang sangat sempurna.
surah / surat : Al-Israa'
Ayat 70 yang artinya :
70. Dan
sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan
dan di lautan. Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan
mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
Dengan kesempurnaan inilah maka
manusia sebenarnya bisa melakukan berbagai daya dan upaya dalam melakukan
pekerjaanya dalam hidup ini. Manusia diciptakan dengan kelebihan yang sempurna
dari mahkluk yang lain. Dibekali akal untuk berpikir, belajar dll, untuk
mencapai tujuannya.
Sedangkan kalimat kunci yang
ketiga, bahwa kalau kita ingin berubah
menjadi lebih baik, maka yang pertama kali kita ubah adalah diri kita sendiri.
Jadi, yang kita ubah pertama kali bukan orang lain atau sesuatu yang ada di
luar kita. Tapi diri kita sendiri. Kalau kita ingin hidup lebih baik, ingin
bisnis kita berjaya, maka yang pertama kali kita lakukan adalah melangkah
terlebih dahulu menuju arah yang kita inginkan. Kalau kita melakukan ini, insya
Allah kita sudah beribadah, karena sudah melakukan perintah Allah dalam surah
Ar Rad ayat 11 yang artinya
"Bagi
manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan
di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak
merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri
mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap
sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada
pelindung bagi mereka selain Dia."
(Business relation action Coach Agung Kurniawan photo hari-pertama.blogspot.com)
0 komentar:
Posting Komentar