Senin, 23 Juli 2012

Berbisnis Sekaligus Beribadah (puasa hari ke 4)


Hari Keempat
Di hari yang keempat ini, kita akan mendalami tentang ownership dari perspektif ibadah kaum muslim. Untuk bisa melihat budaya “Ownership” dalam perspektif ibadah maka kita  akan memakai 3 kalimat kunci ownership untuk masuk dalam ranah ibadah kaum muslim.
Kalimat kunci yang pertama, bahwa Kitalah yang benar-benar bertanggung jawab atas semua pekerjaan kita. Sehingga hasil dari pekerjaan yang kita lakukan, apapun hasilnya, kitalah yang bertanggung jawab. Kalaupun ada sesuatu yang buruk menimpa kita, itu juga karena kita sendiri. Sekali lagi, tidak ada kambing hitam dalam hal ini. Hal ini juga sudah jelas dalm firman Allah di surah Az-Zalzalah ayat 7-8 yang artinya.
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat  (balasan)nya.

8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Dari 2 ayat di atas sudah terlihat jelas, bahwa kita semua akan mendapatkan balasan dari apa yang kita kerjakan. Balasan tidak harus selalu menunggu kita sampai di akherat nanti. Tapi di dunia inipun kita bisa mendapat balasan dari apa yang kita lakukan. Hukum causalitas berlaku di kehidupan ini. Kalau hidup kita ingin lebih baik, maka kita juga harus melakukan tindakan-tindakan yang baik.
Lantas, apa hubunganya dengan bisnis?.... ya... bisnis adalah bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Hidup manusia sehari-hari tidak bisa dilepaskan dari bisnis. Karena untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik sandang maupun pangan, tentu akan terkait dengan bisnis/ekonomi. Sehingga 2 ayat dalam surah Az-Zalzalah maupun hukum causalitas ini juga berlaku dalam bisnis. Artinya... kalau bisnis kita ingin berjalan baik, maka kita juga harus melakukan segala sesuatu yang terkait dengan bisnis dengan sebaik-baiknya. Kita harus memperlakukan konsumen dengan baik, memperlakukan karyawan dengan baik, menjalankan system/aturan main perusahaan atau bisnis dengan baik juga, dll. Prinsipnya semua harus dilakukan dengan baik. Harapannya adalah, kita mendapatkan hasil yang baik. Karena kalau tidak kita lakukan dengan baik, maka hasilnya juga tidak akan baik.
Kalimat kunci yang kedua adalah kita memiliki segala sesuatu/kemampuan untuk untuk melakukan apa yang ingin kita kerjakan dalam hidup ini. Ini artinya, kita diciptakan dengan kondisi yang sangat sempurna.    

surah / surat : Al-Israa' Ayat 70  yang artinya :
70. Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Dengan kesempurnaan inilah maka manusia sebenarnya bisa melakukan berbagai daya dan upaya dalam melakukan pekerjaanya dalam hidup ini. Manusia diciptakan dengan kelebihan yang sempurna dari mahkluk yang lain. Dibekali akal untuk berpikir, belajar dll, untuk mencapai tujuannya.
Sedangkan kalimat kunci yang ketiga,  bahwa kalau kita ingin berubah menjadi lebih baik, maka yang pertama kali kita ubah adalah diri kita sendiri. Jadi, yang kita ubah pertama kali bukan orang lain atau sesuatu yang ada di luar kita. Tapi diri kita sendiri. Kalau kita ingin hidup lebih baik, ingin bisnis kita berjaya, maka yang pertama kali kita lakukan adalah melangkah terlebih dahulu menuju arah yang kita inginkan. Kalau kita melakukan ini, insya Allah kita sudah beribadah, karena sudah melakukan perintah Allah dalam surah Ar Rad ayat 11 yang artinya
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

 (Business relation action Coach Agung Kurniawan photo hari-pertama.blogspot.com)

0 komentar:

Posting Komentar